Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 27 Mei 2024 16:21 WIB

Diminta Jadi Role Model Nasional Oleh Menpan RB, Bey Machmudin Bakal Sederhanakan SapaWarga


					Diminta Jadi Role Model Nasional Oleh Menpan RB, Bey Machmudin Bakal Sederhanakan SapaWarga Perbesar

BANDUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengungkapkan, Menpan RB meminta aplikasi SapaWarga dapat menjadi role model nasional sebagai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Bey Machmudin memastikan, akan mengamini permintaan tersebut dengan membuat SapaWarga menjadi lebih sederhana, namun mampu melayani seluruh layanan administrasi yang dibutuhkan masyarakat.

“Menpan sendiri langsung ke saya minta Jawa Barat jadi contoh provinsi yang sangat simpel dalam aplikasi. SapaWarga akan kami sederhanakan,” ujarnya di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 27 Mei 2024.

Baca Juga :  Jumlah Siswa Dianulir Bertambah 2 Orang di PPDB 2024

Ini sekaligus lanjut dia, selaras dengan permintaan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, dalam kegiatan SPBE dan peluncuran Govtech Indonesia tadi siang, yang menginginkan pemerintah mulai dari kementerian hingga daerah supaya jangan membuat aplikasi terlalu banyak, karena akan membingungkan masyarakat.

Arahan presiden sudah jelas, pertama birokrasi hadir harus melayani masyarakat. Bukan mempersulit masyarakat. Jadi secara filosofi harus memberikan manfaat, birokrasi itu. Memberikan kepuasan kepada masyarakat dan kemudahan bagi masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Bakal Kejar Target 11,1 Juta Ton GKG Terealisasi  

Apalagi kata Bey Machmudin, seperti disampaikan oleh Presiden Jokowi dimana ada 27 ribu aplikasi pemerintah secara nasional yang aktif. Dimana hal tersebut diakuinya tidak akan maksimal dan efisien dalam melayani masyarakat.

“Bagaimana bisa memberikan semua itu, kalau masih ada 27 ribu aplikasi di seluruh Indonesia dan harus itu dijadikan satu dan bertahap migrasi,” tandasnya. 

Artikel ini telah dibaca 90 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PT Jasa Raharja (Persero) Kanwil Utama Jawa Barat Salurkan Santunan Rp179,62 Miliar pada Semester I 2026

24 Juli 2026 - 08:10 WIB

Jasa Raharja Dukung Penguatan Kolaborasi Lintas Instansi Melalui Forum Komunikasi Lalu Lintas Di Polres Karawang

23 Juli 2026 - 07:53 WIB

Jasa Raharja Karawang Gelar Pelatihan PPGD di Kecamatan Telagasari untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Korban Kecelakaan

22 Juli 2026 - 08:44 WIB

Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Pajak Kendaraan Bermotor dan Keselamatan Lalu Lintas di Desa Santing Kecamatan Losarang

22 Juli 2026 - 08:34 WIB

Hari Kedua Operasi Gabungan, Jasa Raharja Bersama Tim Pembina Samsat Kota Tasikmalaya Intensifkan Kepatuhan Pajak Kendaraan di Bundaran Linggajaya

22 Juli 2026 - 08:07 WIB

Optimalisasi Pendapatan PKB dan SWDKLLJ, PJ Samsat Kota Banjar Laksanakan GASPOLL di Kelurahan Neglasari dan Balokang

22 Juli 2026 - 08:03 WIB

Trending di Berita Daerah