Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 21 Jun 2024 11:00 WIB

Berbunga Tinggi, Bey Machmudin Tegas Tolak Obligasi Daerah


					Berbunga Tinggi, Bey Machmudin Tegas Tolak Obligasi Daerah Perbesar

BANDUNG – Berbunga tinggi, capai delapan persen, Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin dengan tegas menolak penerbitan obligasi daerah, karena enggan membebani Pemerintah Provinsi Jawa Barat di masa depan.

Bey Machmudin mengatakan, dalam rapat pimpinan (Rapim) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 21 Juni 2024, wacana penerbitan obligasi daerah kembali dikemukakan.

Dimana obligasi daerah atau surat utang diharapkan dapat dilakukan, untuk membangun layanan fasilitas kesehatan dan pendidikan di Jawa Barat.

Hanya saja Bey Machmudin menolak, karena nantinya penerbitan obligasi daerah dapat berdampak dengan APBD Jabar, sebab akan ada beban utang yang memakan alokasi anggaran.

Baca Juga :  Tinjau Panen Raya di Indramayu, Bey Machmudin Ungkap Ketersediaan Pupuk Masih Jadi Kendala

“Saya sampaikan, obligasi daerah selama saya jadi Pj (Gubernur Jabar), enggak usah karena obligasi itu diputuskan hari ini. Tapi panjang (dampaknya), saya enggak enak kayak memberikan beban ke Pemprov. Jadi saya bilang, obligasi jangan di periode saya. Silakan pada gubernur definitif berikutnya,” ujar Bey Machmudin usai Rapim.

Dia melanjutkan, pemanfaatan obligasi daerah harus melalui kalkulasi yang matang pada penggunaannya. Sebab, bila sektor yang dibangun dari obligasi tidak maksimal dalam menghasilkan ekonomi, dimana nantinya digunakan untuk membayar bebannya.

Baca Juga :  Sekda Herman Pastikan Tindaklanjuti Temuan BPK Terkait Proyek RSJ Jabar

Maka tentunya bakal menyedot APBD, untuk membayarkan pinjaman dari penerbitan obligasi daerah tersebut.

“Saya bilang, mohon diperhatikan betul jangan sampai membebani Pemprov ke depan dan peruntukannya untuk apa? Jadi  memang betul-betul sangat keekonomiannya betul, jadi kalau untuk kesehatan dan pendidikan, saya sebagai Pj Gubernur enggak mau,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Samsat Haurgeulis Glorifikasikan “Gebyar Apresiasi” Kepatuhan Wajib Pajak di Desa Haurkolot

29 April 2026 - 10:42 WIB

Jasa Raharja Ajak Tenaga Pengajar untuk Peduli Keselamatan Lalu Lintas kepada Murid

29 April 2026 - 10:40 WIB

Jasa Raharja Bogor Gelar Kegiatan Sigap Prioritas dan Sigap Instansi Bersama Mitra Samsat Depok II Cinere

28 April 2026 - 23:56 WIB

Tinjau Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Jasa Raharja Telah Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan ke 8 RS

28 April 2026 - 23:52 WIB

Kurang dari 24 jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris

28 April 2026 - 10:52 WIB

Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Publik, Jasa Raharja Cabang Cirebon Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Desa Sidawangi Kab Cirebon

28 April 2026 - 10:49 WIB

Trending di Berita Daerah