BANDUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandung mengungkapkan, bahwa tingkat partisipatif pada Pemilu 2024 mengalami penurunan.
Anggota Bawaslu Kota Bandung Muhammad Ardiansyah Prayuda mengatakan bahwa tingkat partisipatif Pemilu 2024 hanya sampai 83 persen. Angka tersebut tentunya mengalami penurunan dibandingkan dengan Pemilu tahun 2019 lalu.
“Sekitar 4 persen penurunan. Kami berupaya dari segi partisipatif pengawasan bisa meningkat,” kata Ardiansyah dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipasi Bersama Organisasi Kepemudaan di Kota Bandung pada Pemilihan Serentak 2024, Jumat (23/8/2024).
“Kami mengadakan sosialisasi pada hari ini dalam rangka pemilihan serentak, memang kalau kita mengevaluasi kepada Pemilu kemarin, tingkat partisipasi-nya menurun,” tambahnya.
Hal tersebut, lanjut Ardiansyah, disebabkan kurangnya sosialisasi dan peran aktif dari organisasi kepemudaan.
“Ini menjadi PR kita bersama yang sangat berat. Karena memang mengingat Pemilu kemarin dengan tingkat kerawanan yang banyak dan pemilih yang tidak memilih, itu yang menjadi tugas berat kami di Bawaslu,” tuturnya.
Ardiansyah menjelaskan bahwa Pilkada Serentak 2024 kali ini dalam satu TPS maksimal ada 600 pemilih. Jadi, kata dia, jumlah tps di Kota Bandung ada sekitar 3.550.
Oleh karena itu, dia berharap organisasi kepemudaan bisa membantu Bawaslu Kota Bandung dari segi pengawasan partisipatif.
“Jadi memang peran masyarakat dalam pengawasan untuk memberikan pengawasan dan mencegah pelanggaran. Kami berharap banyak partisipasi rekan-rekan. Semoga partisipasi di Kota Bandung bisa meningkat sehingga pelaksanaan Pilkada bisa berjalan lancar,” tutupnya.



























