Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 24 Sep 2024 07:19 WIB

Dapat Nomor Urut 2, Cagub Jeje Wiradinata Fokus Sejahterakan Masyarakat Jabar


					Dapat Nomor Urut 2, Cagub Jeje Wiradinata Fokus Sejahterakan Masyarakat Jabar Perbesar

BANDUNG – Mendapat nomor urut dua pada kontestasi Pilgub Jabar 2024, pasangan calon Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Barat, Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja, tidak mempermasalahkannya.

Menurut calon Gubernur Jawa Barat Jeje Wiradinata, nomor tidak memiliki makna apa-apa.

Yang paling bermakna menurutnya, jika pada 27 November 2024 nanti, pasangan dari kubu PDI Perjuangan ini menjadi urutan pertama pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

“Yang bermakna itu nanti kalau tanggal 27 November urutan ke satu. Itu yang paling bermakna, karena yang nomor satu itu bisa membangun,”ucap Jeje usai pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon pada Pilgub Jabar, di Sekretariat KPU Jawa Barat, Senin (23/9) malam.

Baca Juga :  Nahdliyin Muda Usulkan Ridwan Kamil-Ono Surono di Pilgub Jabar 2024

Jeje juga menambahkan, konsep yang diusung pasangannya adalah Jabar untuk Semua.

Mengingat saat ini banyak terjadi kesenjangan masyarakat di daerah, baik di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Ia mengatakan indeks- indeks pembangunan (IPM), ekonomi, kesehatan,dan lainnya sangat tidak merata antara daerah satu dengan lainnya, seperti terjadi di Bandung Raya, Rebana, dan Priangan timur. Konsep Jabar untuk semua kata Jeje, merupakan jawaban untuk memecahkan persoalan kesenjangan yang terjadi di setiap daerah.

Baca Juga :  Jelang Pilkada Serentak, DPD PDI Perjuangan Jabar Gelar Rapat Konsolidasi

“Dan angka IPM, laju pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, rasio perkapita. Itu terjadi kesenjangan,”tegas dia kepada awak media.

Ia juga menyebutkan, jabatan Gubernur merupakan jabatan ambigu atau samar.

Gubernur tidak mempunyai rakyat langsung seperti halnya kepala daerah kabupaten/kota. Tugas gubernur nantinya adalah menekan kesenjangan tersebut agar tidak terlalu jauh atau jomplang.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

UPI Kukuhkan Guru Besar, Rektor: Bisa Berikan Dampak Luar Biasa

7 Mei 2026 - 14:12 WIB

Dorong Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor, Jasa Raharja Sukabumi Laksanakan SIGAP Instansi

5 Mei 2026 - 19:48 WIB

Operasi Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor oleh Jasa Raharja Kanwil Jabar dan P3DW Kabupaten Bandung II Soreang di Wilayah Kopo

5 Mei 2026 - 19:45 WIB

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Cianjur Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Ramp Check Angkutan Umum

4 Mei 2026 - 08:06 WIB

Jasa Raharja Tasikmalaya Berikan Sosialisasi PPGD kepada Komunitas Vespa Antique Club (VAC) Tasikmalaya

3 Mei 2026 - 08:02 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Jabar Kolaborasi dengan Dishub KBB dan Polres Cimahi melalui FKLL dan Pemasangan Rambu

2 Mei 2026 - 23:10 WIB

Trending di Berita Daerah