Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 20 Nov 2024 10:01 WIB

Seolah Mengamini, Erwin Layangkan Kata ‘Paeh’ Saat Debat Pamungkas


					Didebat Pamungkas Pilwalkot Bandung, Farhat Minta Maaf Wakilnya Tersulut Emosi Sebut Kata Perbesar

Didebat Pamungkas Pilwalkot Bandung, Farhat Minta Maaf Wakilnya Tersulut Emosi Sebut Kata "Paeh"

BANDUNG – Calon wakil Walikota Bandung nomor urut 3, Erwin, tersulut emosi saat pendukung nomor urut 1 menyeploskan kata-kata yang membuat dirinya terprovokasi, pada saat debat publik terakhir yang digelar di Grand Ballroom Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Selasa (19/11/2024).

Saat menyanggah pernyataan pasangan calon lain soal pembahasan Program UHC, Erwin sempat mengucapkan kata ‘paeh’ (Mati dalam Bahasa Sunda kasar) yang seolah mengamini ucapan pendukung nomor urut 1.

“Proses UHC kalau belum sakit parah prosesnya ke puskesmas dulu, baru masuk dinkes untuk validasi. Kalau sudah mau ‘paeh,’ bisa langsung masuk IGD rumah sakit dengan menunjukkan KTP melalui SKTM atau kartu keluarga,” kata Erwin.

Namun tampaknya perkataan Erwin soal kata Paeh, disayangkan oleh Paslon lain, termasuk pasangan calon nya sendiri Muhammad Farhan.

Sebab, siaran debat pamungkas yang diharapkan sebagai pedoman masyarakat untuk memilih pemimpin, tidak selayaknya kata kasar dilayangkan terlebih penyiaran tersebut disiarkan secara nasional.

“Mohon maaf, wakil saya terprovokasi sehingga ada kata kasar yang seharusnya tidak diucapkan untuk manusia. Sebaiknya digunakan istilah meninggal dunia,” ujar Farhan ditengah sesi debat.

Disisi lain, Calon Walikota Bandung nomor urut 2, Haru Suandharu mengutarakan, program layanan kesehatan HD (Haru-Dhani) khususnya UHC, dapat dipersingkat mekanisme nya dengan hanya menunjukkan KTP. Sehingga, istilah ‘Meninggal Dunia’ tidak menghantui lagi masyarakat yang terkendala administrasi.

“Ya justru itu, justru ide HD itu kan cukup menunjukkan KTP sebagai kartu sakti itu ya. Dengan KTP langsung bisa mendapatkan layanan UHC ketika memang tidak terdaftar dalam BPJS. Jadi itu yang sebetulnya poin utama kita. Dan kita konsisten untuk melanjutkan UHC,” tegas Haru.

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Cabang Indramayu Bersama Dinas Perhubungan dan Organda Indramayu Langsungkan Kordinasi Terkait Angkutan Penumpang Orang dan Barang

20 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Jasa Raharja Perkuat Budaya Risiko untuk Dorong Transformasi Pelayanan kepada Masyarakat melalui Risk Townhall 2026

19 Agustus 2026 - 10:52 WIB

PJ Samsat Kabupaten Garut Hadiri Penilaian Kampung Tertib Lalu Lintas Polres Garut

19 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Berikan Apresiasi kepada PT Primajasa Perdana Raya Utama melalui Pengobatan Gratis

19 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Respon Cepat Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya terhadap Kecelakaan Maut di Jamanis

18 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Jasa Raharja Maknai Keselamatan sebagai Salah Satu Wujud Kemerdekaan

18 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Trending di Berita Daerah