BANDUNG – Rumah Zakat, bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Cipta Sinergi, dan PT. Digital Impact Nusantara (DIN), resmi membuka pelatihan pemasaran digital melalui platform Meta dan media sosial. Kegiatan yang dibuka pada Senin, 26 Mei 2025, di Aula Gedung BBPVP Bandung ini merupakan langkah konkret untuk menekan angka pengangguran di Jawa Barat.
Pelatihan ini diikuti oleh 33 peserta, terdiri dari 17 peserta untuk bidang pemasaran digital dan 16 peserta lainnya untuk pelatihan penyiapan kamar tamu. Program ini hadir di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berisiko memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri.
Kepala BBPVP Bandung, Herman Bija, menyoroti urgensi digitalisasi di segala aspek kehidupan. “Saat ini, hampir tidak ada lagi aspek kehidupan yang lepas dari digitalisasi. Apalagi dengan kemajuan teknologi dan perubahan pola pikir masyarakat, orang kini lebih memilih tinggal di rumah, tapi semua kebutuhannya tetap terpenuhi. Nah, untuk mencapai itu, peran pemasaran digital jadi sangat penting,” ungkap Herman.
Senada dengan Herman, Chief Operating Compliance Office Rumah Zakat, Hikmah Fitriyani, menegaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan visi Rumah Zakat dalam memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. “Ini bagian dari visi kami di Rumah Zakat, yaitu memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Salah satu bentuk komitmen kami adalah melalui pelatihan seperti ini. Harapannya, dana yang dikelola khususnya di bidang program ekonomi bisa benar-benar meningkatkan taraf hidup para penerima manfaat, dan sesuai dengan kebutuhan zaman,” jelas Hikmah. Rumah Zakat juga menyatakan komitmennya untuk terus menjalin kerja sama lintas sektor, bahkan berencana mengadakan pelatihan perakitan mobil listrik di tahun depan.

























