Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 23 Jul 2025 19:48 WIB

Sebanyak 1.305 Orang Praja IPDN Kemendagri Wisuda Hari Ini, Mendagri Sampaikan Pesan Mendalam


					Sebanyak 1.305 Orang Praja IPDN Kemendagri Wisuda Hari Ini, Mendagri Sampaikan Pesan Mendalam Perbesar

SUMEDANG – Momen wisuda, IPDN kembali melahirkan 1.305 orang para “pemikir” di bidang ilmu pemerintahan. Pada kesempatan ini, hadir langsung Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Doktor Ilmu Pemerintahan dan Program Profesi Kepamongprajaan.

Mendagri menyatakan bahwa eksistensi IPDN menjadi sangat penting karena merupakan pusat untuk melahirkan para pemikir di bidang ilmu pemerintahan.

“IPDN merupakan tempat lahirnya ASN profesional yang bisa menjalankan pemerintahan yang efektif dan efisien sehingga nantinya menjadi kunci untuk dapat survive di dunia”, tutur Tito, Rabu (23/07/2025).

Baca Juga :  Sekda Pemprov Jabar Herman Suryatman Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN

Mendagri mengingatkan para lulusan IPDN tidak hanya mencari gelar tapi juga harus dapat berpikir secara ilmiah.

“Hingga tahun ini, IPDN sendiri telah menghasilkan 34.278 alumni baik dari program Sarjana Terapan, Magister, Doktor dan Program Profesi Kepamongprajaan. Para lulusan ini akan semakin memperkuat sistem pemerintahan di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut senada dengan yang diutarakan oleh Joseph Mayone Stycos, yang menyebutkan if theory without policy is for academics then policy without theory is for gamblers.

Baca Juga :  Usai Resmikan 3 Gedung Fakultas Baru IPDN, Menko AHY Ingatkan Hal Ini Pada Praja

“Hanya berteori tapi tidak pernah direalisasikan itu hanya untuk berwacana atau diskusi bagi para akademik, nilainya menjadi kurang. Sebaliknya jika membuat kebijakan terutama bagi para pengambil kebijakan tanpa didasarkan pada teori atau basis data itu gambling. Yang terbaik adalah membuat kebijakan didasarkan kepada data atau teori yang ilmiah,” beber Tito.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Karawang Melaksanakan Pendataan Kendaraan Bersama Mitra Terkait

3 April 2026 - 08:55 WIB

DPRD Jabar Soroti Kinerja Pemprov dari LKPJ 2025

2 April 2026 - 20:30 WIB

Kasus Campak Melonjak, Dinkes Jabar Akselerasi ORI

2 April 2026 - 19:27 WIB

Pemprov Jabar Imbau Perusahaan Lakukan WFH Sekali dalam Satu Pekan

2 April 2026 - 19:19 WIB

Idrus Marham Pastikan, Musda XI Golkar Jabar Jadi Momentum Perkuat Komitmen untuk Rakyat

2 April 2026 - 19:04 WIB

Jasa Raharja Perkuat Program SIGAP Prioritas dan SIGAP Instansi untuk Tingkatkan Pendapatan SWDKLLJ dan Optimalisasi Perlindungan Korban Laka Lantas

2 April 2026 - 09:09 WIB

Trending di Headline