BANDUNG (Pajajaran Ekpres) – Pesta demokrasi pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) tinggal menghitung hari, dimana tepatnya Rabu 14 Februari kelak menjadi puncak Pemilu 2024.
Menyikapi situasi ini, Bawaslu Jawa Barat mengajak dan mengimbau masyarakat untuk pelototi tahapan kampanye di waktu tersisa, hingga proses penghitungan suara kelak.
Ketua Bawaslu Jabar Zacky Muhammad Zam Zam berharap, melalui kegiatan bertajuk Bawaslu Jabar Super Fest ‘Rampak Babarengan Awasi Pemilu 2024’ dapat menstimulasi masyarakat, untuk bersama-sama mengawasi penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan ini, mencegah dari kecurangan seperti politik identitas, politik uang, SARA dan politisasi birokrasi.
“14 Februari kita memasuki tahapan puncak. Tahapan krusial yang harus jadi concern kita semua. Kita ingin proses Pemilu bisa menghasilkan pemimpin berkualitas dan berintegritas. Kerja kita sangat banyak tapi SDM terbatas, oleh karena itu tanpa dibantu stakeholders dan masyarakat, kerja kami tidak akan pernah bisa optimal. Maka kami mengharapkan kontribusi aktif, partisipatif mengawal Pemilu 2024,” ujar Zacky dalam sambutannya, membuka Bawaslu Jabar Super Fest ‘Rampak Babarengan Awasi Pemilu 2024’ di pelataran Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu 4 Februari 2024.
Terlebih Jawa Barat lanjut Zacky, memiliki jumlah daftar pemilih tetap (DPT) terbesar se-Indonesia dengan jumlah 35,7 juta. Dimana mereka akan melakukan pencoblosan di 140.457 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 27 kota/kabupaten.
Sehingga partisipasi masyarakat imbuh dia, menjadi sangat penting guna memastikan pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan secara langsung, umum, bebas, rahasia (luber) serta jujur dan adil (jurdil).


























