YOGYAKARTA – Prestasi membanggakan diraih oleh Dara Bunga Rembulan, dosen sekaligus Ketua Program Studi Televisi dan Film Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.
Ia mendapatkan penghargaan Special Mention dari dewan juri dalam ajang Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2025.
Festival yang berlangsung pada 7 hingga 9 Agustus 2025 di Yogyakarta ini menjadi panggung penting bagi sineas yang mengangkat isu-isu budaya dalamkarya mereka.
Tahun ini, KHFF mengusung tema “Film sebagai Ruang Kritik dan Negosiasi Budaya”, sebuah pendekatan yang menantang cara lama dalam melihat warisan budaya sebagai sesuatu yang statis.
Melalui film, festival ini mendorong pembacaan ulang atas nilai-nilai budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
Karya Dara berhasil mencuri perhatian dewan juri di tengah kompetisi yang ketat. Dari 158 film yang masuk, hanya 22 film yang terpilih sebagai official selection, dan salah satunya adalah karya yang disutradarai oleh Dara Bunga Rembulan.
Penghargaan Special Mention diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kekuatan narasi dan pendekatan estetik yang dianggap relevan dengansemangat festival.
“Pencapaian ini bukan hanya tentang film saya, tetapitentang bagaimana sinema bisa menjadi medium untukmembuka percakapan kritis terhadap budaya yang kitawarisi. Saya merasa festival ini memberi ruang bagi itu,” ujar Dara dalam siaran persnya.
Kotabaru Heritage Film Festival dikenal sebaga ifestival yang mendorong eksplorasi sinematikterhadap warisan budaya Indonesia. Lewat karyapara sineas, festival ini membuka diskusi barutentang bagaimana budaya dapat terus hidup dan berkembang melalui pembacaan yang lebih reflektifdan kontekstual.
Dalam kegiatannya Selama tigahari, berbagai program seperti Pemutaran Film dan Diskusi, Public Lecture, Workshop, Layar Kobar, Pameran “Suara Layar Indonesia”, Pasar Kobar, hingga Awarding Night akan membuka ruang temuantar cerita, komunitas, dan generasi.
Partisipasi dan penghargaan yang diraih oleh Dara Bunga Rembulan juga menjadi representasi darisemangat akademik ISBI Bandung dalam menjembatani antara praktik seni dan pemikirankritis budaya. Hal ini sekaligus menunjukkank ontribusi nyata dari dunia pendidikan tinggi dalam pengembangan perfilman dan pelestarian budaya di Indonesia.

























