Bandung – Pengembangan pusat riset moringa atau daun kelor terus didorong melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan komunitas. Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi berbasis penelitian yang tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sekretaris Umum Universitas (SUU) Universitas Maranatha Pan Lindawaty Suherman Sewu sebagai perwakilan Rektorat, menyatakan UKM mendukung penuh penelitian dan pengembangan riset moringa sebagai bagian dari inovasi dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami tentunya sangat mendukung pusat riset ini. Kami akan mengembangkan pusat moringa ini untuk menghasilkan riset inovatif dan pengabdian dengan memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas,” ujarnya.
Selain memperkuat kerja sama lintas sektor, pihaknya juga menyiapkan berbagai fasilitas laboratorium untuk menunjang penelitian bersama dalam mengembangkan produk-produk inovatif berbasis moringa.
Tidak hanya itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian melalui pertukaran pengetahuan, transfer teknologi, serta perluasan jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pihak pengelola mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah mitra dari Australia, Singapura, dan Jerman untuk membuka peluang dukungan pendanaan maupun penyediaan fasilitas dan peralatan penelitian.
Menurutnya, hasil penelitian moringa perlu diarahkan pada proses hilirisasi agar dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan nasional.




























