Penurunan juga tercermin dari jumlah korban kecelakaan yang turun 28 persen, dari 6.836 orang menjadi 4.892 orang. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia menurun drastis hingga 50 persen, dari 688 menjadi 342 jiwa.
Penurunan signifikan terjadi di ruas jalan tol, dengan jumlah korban meninggal dunia turun 73 persen, dari 44 korban di tahun 2024 menjadi hanya 12 korban di tahun ini. Jumlah insiden juga menurun 35 persen, dari 55 menjadi 36 kasus.
Mayoritas Korban Bukan Pemudik
Dari data yang dihimpun PT Jasa Raharja, hanya 7,02 persen korban meninggal dunia akibat kecelakaan yang merupakan pemudik, sementara 92,98 persen lainnya bukan pemudik.
“Tiga kantor wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia yang merupakan pemudik paling tinggi adalah Jawa Barat (8 orang), Jawa Tengah (4 orang), dan Lampung (3 orang),” jelas Rivan.
Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Keberhasilan
Rivan menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama yang erat antar instansi, terutama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2025.
“Hasil positif ini merupakan buah dari kolaborasi dan koordinasi lintas sektor, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan sistem lalu lintas yang berkeselamatan. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, serta seluruh stakeholder yang telah menjalankan kesepakatan bersama demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai BUMN yang memiliki mandat memberikan perlindungan kepada korban kecelakaan lalu lintas, PT Jasa Raharja terus berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan manusiawi, khususnya pada momentum strategis seperti arus mudik dan balik Idulfitri.

























