BANDUNG – Pilkada serentak 2024, tinggal menghitung hari. Segala upaya untuk meraup suara, tentu bakal dilakukan setiap pasangan calon (paslon) kepala daerah untuk memenangi pesta demokrasi lima tahunan ini.
Di Kota Bandung sendiri, paslon nomor urut 2, Haru – Dhani menyiapkan satgas anti money politic, guna mencegah potensi jual-beli suara, seperti memanfaatkan struktur masyarakat di tingkat RT – RW.
“Kita ingin Kota Bandung pilkada nya berkualitas. Untuk dapat hasil yang berkualitas ya tidak boleh demokrasi ini tercederai oleh money politik,” ujar Calon Walikota Bandung nomor urut 2, Haru Suandharu usai Deklarasi Komunitas Anti Politik Uang Di Pilkada Kota Bandung, Jumat (22/11/2024).
“Kita mengetahui hari ini kondisi sedang sulit khususnya secara ekonomi, ini bisa kemudian menimbulkan potensi-potensi ada pihak-pihak yang memanfaatkan agar membujuk masyarakat tidak menggunakan hati nurani, tapi dengan sekedarnya uang ala kadarnya,” sambungnya.
Pernyataan paslon dengan jargon HD tersebut menunjukkan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga Pilkada 2024 berjalan sesuai aturan yang berlaku. Bahwa adu visi-misi program, diharapkan benar-benar menjadi alasan warga dalam menentukan pilihannya.
“Kemudian mereka (warga) tidak lagi melihat track record, tidak melihat visi ya, pokoknya siapa yang ngasih (uang) besar. Ya akhirnya nanti yang dihasilkan pemimpin tidak berkualitas, karena proses demokrasi nya tidak berkualitas,” tegas Haru.
Haru pun mengingatkan dampak yang akan terjadi, jika proses penentuan pemimpin daerah, dihasilkan dari aksi jual beli suara.
“Saya kira kalau pemimpinnya itu menggapai kekuasaan dengan cara tidak bersih, nanti kalau dia jadi kepala daerah juga tidak akan bersih,” pungkasnya.



























