Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 23 Nov 2024 08:00 WIB

Bentuk Satgasus Anti Politik Uang: Pemimpin Berkualitas Dari Demokrasi Yang Berkualitas


					Bentuk Satgasus Anti Politik Uang: Pemimpin Berkualitas Dari Demokrasi Yang Berkualitas Perbesar

BANDUNGPilkada serentak 2024, tinggal menghitung hari. Segala upaya untuk meraup suara, tentu bakal dilakukan setiap pasangan calon (paslon) kepala daerah untuk memenangi pesta demokrasi lima tahunan ini.

Di Kota Bandung sendiri, paslon nomor urut 2, Haru – Dhani menyiapkan satgas anti money politic, guna mencegah potensi jual-beli suara, seperti memanfaatkan struktur masyarakat di tingkat RT – RW.

“Kita ingin Kota Bandung pilkada nya berkualitas. Untuk dapat hasil yang berkualitas ya tidak boleh demokrasi ini tercederai oleh money politik,” ujar Calon Walikota Bandung nomor urut 2, Haru Suandharu usai Deklarasi Komunitas Anti Politik Uang Di Pilkada Kota Bandung, Jumat (22/11/2024).

Baca Juga :  Jelang Laga Timnas Kontra Jepang, Haru: Jaga Semangat Korsa

“Kita mengetahui hari ini kondisi sedang sulit khususnya secara ekonomi, ini bisa kemudian menimbulkan potensi-potensi ada pihak-pihak yang memanfaatkan agar membujuk masyarakat tidak menggunakan hati nurani, tapi dengan sekedarnya uang ala kadarnya,” sambungnya.

Pernyataan paslon dengan jargon HD tersebut menunjukkan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga Pilkada 2024 berjalan sesuai aturan yang berlaku. Bahwa adu visi-misi program, diharapkan benar-benar menjadi alasan warga dalam menentukan pilihannya.

Baca Juga :  Haru Komitmen Buatkan Rumah Konten Kreator Tuk Jawab Tantangan Digital

“Kemudian mereka (warga) tidak lagi melihat track record, tidak melihat visi ya, pokoknya siapa yang ngasih (uang) besar. Ya akhirnya nanti yang dihasilkan pemimpin tidak berkualitas, karena proses demokrasi nya tidak berkualitas,” tegas Haru.

Haru pun mengingatkan dampak yang akan terjadi, jika proses penentuan pemimpin daerah, dihasilkan dari aksi jual beli suara.

“Saya kira kalau pemimpinnya itu menggapai kekuasaan dengan cara tidak bersih, nanti kalau dia jadi kepala daerah juga tidak akan bersih,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Survey Keabsahan Ahli Waris Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Rancabogo, Kabupaten Bandung Barat

11 Maret 2026 - 06:08 WIB

Jasa Raharja Sukabumi Laksanakan Giat Panah Pasopati, Tingkatkan Kepatuhan Pembayaran PKB dan SWDKLLJ

11 Maret 2026 - 06:02 WIB

Jasa Raharja Hadiri Pelepasan Tim Liputan Mudik B-Universe 2026, Dukung Informasi Publik yang Akurat dan Keselamatan Berkendara selama Idulfitri 2026

10 Maret 2026 - 06:13 WIB

PT Jasa Raharja Hadir dalam Kegiatan Pelaksanaan Ramp Check di Terminal Tipe A Garut

10 Maret 2026 - 06:09 WIB

Pastikan Keselamatan Mudik 2026, Jasa Raharja Bekasi Gelar Rampcheck di Terminal Cikarang

10 Maret 2026 - 06:03 WIB

Samsat Induk Haurgeulis Masifkan Edukasi Kepatuhan Pajak dan Keselamatan Berkendara Melalui Operasi KTMDU

9 Maret 2026 - 10:28 WIB

Trending di Berita Daerah