Selain ASN, masih dari data PPATK, ada 41 ribu anak di Jabar bermain Judol, dengan nilai transaksi mencapai Rp49,8 miliar.
Terakhir, masalah Judol ini turut menyerat sejumlah oknum di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dimana saat ini sudah ditangani oleh Polda Metro Jaya.



























