CIMAHI – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meninjau Gedung Logistik KPU Kota Cimahi, Minggu 10 November 2024, yang terdampak hujan dan angin kencang pada Sabtu 9 November kemarin.
Bey Machmudin mengungkapkan, berdasarkan laporan BPBD Provinsi Jawa Barat, ada tiga wilayah yang terdampak hujan intensitas tinggi dan angin kencang, antaranya Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kota Cimahi. Dimana paling parah, dialami Kota Cimahi.
“Saya lihat kesini dan penanganannya baik. Saya ditelepon Pak Wali Kota (Cimahi, Dicky Saromi), tadi ada kertas suara yang kena dampak,” ujar Bey Machmudin usai peninjauan.
Dia mengapresiasi langkah sigap KPU Kota Cimahi, yang langsung mengeringkan kertas suara. Dimana ada dua ribu lembar yang sebelumnya basah, akibat terkena hujan.
“Akhirnya ada 194 (lembar) yang menurut KPU dan Bawaslu perlu diganti,” ucapnya.
Terlepas dari itu, Bey Machmudin mengimbau seluruh KPU di 27 kota/kabupaten agar melakukan mitigasi, supaya jangan sampai dampak musim hujan berakibat terganggunya kontestasi Pilkada serentak 2024.
“Ini contoh bagi kita, bahwa untuk KPU hati-hati pada saat hujan ini, karena prakiraan BMKG itu akhir November sampai Februari puncak hujan intensitas tinggi,” kata dia.
“Mohon berhati-hati tentang kertas suara juga tentang hal-hal terkait dengan Pilkada. Nanti ditaruh di tempat yang aman,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, kehati-hatian juga harus dilakukan masyarakat, karena walaupun sudah berada di tempat aman, kadang kata dia dari hujan ekstrem juga mengganggu.
Beberapa infrastruktur yang rusak lanjut Bey Machmudin, akan diperbaiki oleh Pemerintah Kota Cimahi, melalui belanja tidak terduga (BTT).

























