Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Berita Daerah · 19 Agu 2024 10:04 WIB

Dinamika Politik berubah, PDI Perjuangan Jabar Fleksibel Skenario Terbaik dan Terburuk


					Dinamika Politik berubah, PDI Perjuangan Jabar Fleksibel Skenario Terbaik dan Terburuk Perbesar

BANDUNG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono menyoroti dinamika politik yang selalu berubah di Jawa Barat, baik pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat ini maupun pada Pilkada sebelumnya.

Ono menyebutkan bahwa perubahan dinamika politik sudah menjadi hal yang biasa di wilayah tersebut.

Dia mencontohkan kemunculan tokoh-tokoh politik dari PDIP seperti Agum Gumelar dan Rieke Diah Pitaloka, serta dinamika di tahun 2018 di mana masyarakat Jabar sempat memperkirakan bahwa PDIP akan mengusung Ridwan Kamil, namun pada akhirnya diusung TB Hasanuddin.

Baca Juga :  Budaya Sunda Jadi Role Model KPU Jawa Barat, Sukseskan Pilgub 2024

Menurut dia, saat ini dinamika politik di Jabar juga tetap terlihat, terutama dengan hadirnya beberapa figur yang bersaing untuk dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Misalnya Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi, keduanya memiliki keinginan untuk dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Barat. Walaupun saat ini Ridwan Kamil terlihat lebih fokus di DKI Jakarta, sementara Dedi Mulyadi di Jawa Barat, situasi ini menunjukkan betapa dinamisnya politik di Jawa Barat,” kata Ono Surono, Senin (19/8).

Ono juga membandingkan situasi di Jabar dengan provinsi lain seperti Jawa Tengah, di mana PDIP tidak dapat mengusung calon sendiri dan harus berkoalisi dengan partai lain.

Baca Juga :  Bey Machmudin Pastikan Pemprov Jabar Siap Dukung Penyiaran yang Netral di Pilkada Serentak 2024

“Di Jawa Tengah, kita melihat dinamika serupa dengan adanya Kapolda, Kaesang, dan Sudaryono. Ada wacana-wacana mengenai penempatan mereka di berbagai posisi seperti Wamen atau kementerian, dan ini semua sangat menarik bagi saya,” kata dia.

Menanggapi situasi politik yang dinamis ini, Ono menjelaskan bahwa PDIP memiliki berbagai skenario untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

Mulai dari skenario terbaik, sedang bahkan skenario terburuk.

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Respons Cepat Kasus Perundungan Asrama, Telkom University Tindak Tegas Pelaku

11 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

9 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Gerak Cepat Jasa Raharja dalam Penanganan Santunan Kecelakaan Lalu Lintas di Purwasari, Karawang

9 Oktober 2026 - 07:26 WIB

PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Bersama Tim Pembina Samsat Laksanakan Operasi Khusus ke Kopja Sonya Wahana Cakti Kabupaten Ciamis

9 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Pt Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Laksanakan Rekonsiliasi Dan Verifikasi Invoice Dengan Buku Tarif Bersama Rumah Sakit Di Kabupaten Garut

9 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Jasa Raharja Purwakarta Bersama Satlantas Polres Subang Gelar Safety Campaign dan Aksi Simpatik

9 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Trending di Berita Daerah