Menu

Mode Gelap
12.519 Mahasiswa Baru UPI Ikuti MOKA-KU 2025 Kedai 181! Nikmati Bakmi hingga Ayam Tangkap Khas Aceh dengan Cita Rasa Autentik SBM ITB Raih Penghargaan Entrepreneurial Marketing: Campus for Impact ICMEM SBM ITB 2025: Membangun Keberlanjutan Industri di Indonesia Vera Deliana Rahayu: Anak Muda Harus Berani Inovasi di Industri Teh Lokal

Berita Daerah · 19 Agu 2024 10:04 WIB

Dinamika Politik berubah, PDI Perjuangan Jabar Fleksibel Skenario Terbaik dan Terburuk


					Dinamika Politik berubah, PDI Perjuangan Jabar Fleksibel Skenario Terbaik dan Terburuk Perbesar

BANDUNG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono menyoroti dinamika politik yang selalu berubah di Jawa Barat, baik pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat ini maupun pada Pilkada sebelumnya.

Ono menyebutkan bahwa perubahan dinamika politik sudah menjadi hal yang biasa di wilayah tersebut.

Dia mencontohkan kemunculan tokoh-tokoh politik dari PDIP seperti Agum Gumelar dan Rieke Diah Pitaloka, serta dinamika di tahun 2018 di mana masyarakat Jabar sempat memperkirakan bahwa PDIP akan mengusung Ridwan Kamil, namun pada akhirnya diusung TB Hasanuddin.

Baca Juga :  Hasil Quick Count Pilkada Sukabumi: Ayep Zaki di Posisi Teratas

Menurut dia, saat ini dinamika politik di Jabar juga tetap terlihat, terutama dengan hadirnya beberapa figur yang bersaing untuk dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Misalnya Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi, keduanya memiliki keinginan untuk dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Barat. Walaupun saat ini Ridwan Kamil terlihat lebih fokus di DKI Jakarta, sementara Dedi Mulyadi di Jawa Barat, situasi ini menunjukkan betapa dinamisnya politik di Jawa Barat,” kata Ono Surono, Senin (19/8).

Ono juga membandingkan situasi di Jabar dengan provinsi lain seperti Jawa Tengah, di mana PDIP tidak dapat mengusung calon sendiri dan harus berkoalisi dengan partai lain.

Baca Juga :  Pendaftaran Calon Kepala Daerah Depan Mata, Haru: Yang Maju Adalah Yang Terbaik

“Di Jawa Tengah, kita melihat dinamika serupa dengan adanya Kapolda, Kaesang, dan Sudaryono. Ada wacana-wacana mengenai penempatan mereka di berbagai posisi seperti Wamen atau kementerian, dan ini semua sangat menarik bagi saya,” kata dia.

Menanggapi situasi politik yang dinamis ini, Ono menjelaskan bahwa PDIP memiliki berbagai skenario untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

Mulai dari skenario terbaik, sedang bahkan skenario terburuk.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Dorong Transportasi Publik yang Berkeselamatan, Jasa Raharja Lakukan Kunjungan Kerja ke Perum DAMRI Station Kemayoran

18 Februari 2026 - 08:23 WIB

Mudik Gratis BUMN 2026 Resmi Dibuka, Jasa Raharja siapkan kuota untuk 23.500 Pemudik

18 Februari 2026 - 08:18 WIB

KSPSI Jabar Gelar Munggahan dan Peringati HUT ke-53, Perkuat Sinergitas dengan Polda Jabar

17 Februari 2026 - 13:26 WIB

Jasa Raharja Cabang Indramayu Berkolaborasi dengan Instansi Terkait Gelar Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ)

13 Februari 2026 - 13:56 WIB

Jasa Raharja Cabang Indramayu Menghadiri Giat Apel Kamtibmas Ojol di Polres Indramayu

13 Februari 2026 - 13:45 WIB

Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali

13 Februari 2026 - 08:28 WIB

Trending di Berita Daerah