BANDUNG – Intensitas bencana alam yang meningkat di akhir tahun 2025, baik di Jawa Barat maupun wilayah Sumatera, memantik respons cepat dari DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.
Melalui aksi solidaritas internal, partai berlambang banteng ini berhasil menggalang dana gotong royong sebesar Rp1 miliar.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono mengatakan, bantuan tersebut tidak hanya difokuskan untuk korban banjir dan longsor di tanah Pasundan, tetapi juga untuk saudara sebangsa di Pulau Sumatera yang tengah dirundung duka.
”Dari total Rp1 miliar yang terkumpul, kami alokasikan Rp300 juta untuk penanganan bencana di Jawa Barat, seperti di Kabupaten Bekasi dan Subang. Sisanya, sebesar Rp700 juta, akan kami kirimkan untuk korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ungkap Ono saat ditemui di Kantor DPD PDI Perjuangan Jabar, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Rabu (17/12/2025).
Hindari ‘Wisata Bencana’
Ono menegaskan, penyaluran bantuan ke luar pulau akan dilakukan melalui satu pintu, yakni Yayasan Mega Gotong Royong.
Langkah ini diambil sesuai instruksi pusat untuk mengefektifkan bantuan dan menghindari fenomena “wisata bencana” yang justru bisa merepotkan penanganan di lapangan.
“Kami mematuhi imbauan untuk tidak melakukan ‘wisata bencana’. Jadi dananya kami serahkan ke Yayasan Mega Gotong Royong untuk dibelikan logistik, nanti pengurus partai di daerah masing-masing yang akan menyalurkan karena mereka lebih paham lokasi,” jelasnya.
Dana kemanusiaan tersebut, bersumber dari urunan kolektif “Tiga Pilar Partai” yang meliputi unsur Eksekutif (Kepala Daerah), Legislatif (DPRD hingga DPR RI), serta struktural pengurus partai se-Jawa Barat.
Soroti Mitigasi Pemerintah
Selain menyalurkan bantuan materi, Ono juga menyoroti kinerja pemerintah dalam hal penanggulangan bencana.



























