Selain itu, terdapat Service Point (Layanan Publik Terpadu) yang menyediakan berbagai layanan administrasi seperti SAMSAT keliling, SIM keliling, layanan kependudukan, hingga konsultasi, talkshow pelayanan publik, live music, gelar budaya, dan pagelaran wayang golek.
Di bidang olah raga dan komunitas, hadir Sportainment seperti lomba lari anak, balance bike, archery open champion, serta kegiatan komunitas dan gathering. Sementara itu, pada zona Edukasi Kesehatan Sosial, masyarakat dapat mengakses layanan edukasi (education fair), job fair, cek kesehatan gratis, donor darah, serta perpustakaan keliling.
KDS menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk menampilkan berbagai produk unggulan Kabupaten Bandung, khususnya dari sektor UMKM. Ia mengungkapkan harapannya agar ke depan Kabupaten Bandung dapat memiliki Bedas Convention Center yang berlokasi di kawasan strategis dekat Stasiun Whoosh (KCIC) dengan luas sekitar 5 hektare.
“Bedas Expo ini bukan sekadar pameran, tapi wahana untuk mengembangkan produk UMKM Kabupaten Bandung agar semakin naik kelas dan berdaya saing,” ujar KDS.
Selain itu, KDS juga mendorong optimalisasi aset pemerintah daerah di sekitar Soreang agar dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas perdagangan, sehingga para pelaku usaha lokal memiliki ruang yang representatif untuk berkembang.
“Kalau kita kelola dengan baik, kawasan ini bisa menjadi pusat ekonomi baru seperti Tanah Abang, sehingga pelaku UMKM kita punya tempat yang layak untuk berkembang,” tambahnya.
Di tengah tantangan fiskal akibat pemotongan dana transfer ke daerah (TKD), KDS mengungkapkan bahwa perekonomian Kabupaten Bandung justru menunjukkan tren positif. Laju pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,04 persen pada tahun 2024 menjadi 6,32 persen pada tahun 2025.
























