Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Operasi Gabungan karena keselamatan berlalu lintas tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi kendaraan, tetapi juga perilaku dan kedisiplinan setiap pengguna jalan. Kepatuhan terhadap aturan keselamatan diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas serta mengurangi tingkat fatalitas apabila kecelakaan terjadi.
Selain melakukan pemeriksaan dan edukasi, Tim Pembina Samsat Garut juga memberikan souvenir kepada wajib pajak yang telah menunjukkan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban kendaraan bermotornya. Pemberian souvenir tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus diharapkan dapat mendorong wajib pajak lainnya untuk semakin tertib dalam membayar kewajiban kendaraan.
Nia Purnamasari menyampaikan bahwa kegiatan Operasi Gabungan menjadi salah satu sarana untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya melalui pemeriksaan, tetapi juga dengan memberikan edukasi dan apresiasi kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin tertib, baik dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan maupun dalam menerapkan budaya keselamatan berlalu lintas. Kami mengimbau kepada seluruh pengendara untuk selalu menggunakan helm, menjaga konsentrasi selama berkendara, serta tidak merokok maupun mengemudi dalam pengaruh alkohol,” ujar Nia.
Lebih lanjut, kepatuhan terhadap administrasi kendaraan dan penerapan perilaku berkendara yang aman merupakan dua hal yang saling mendukung dalam menciptakan lalu lintas yang tertib dan berkeselamatan. Oleh karena itu, sinergi antara Jasa Raharja, Kepolisian, Bapenda, dan unsur terkait lainnya terus diperkuat melalui berbagai kegiatan di lapangan.

























