Lebih lanjut, dalam pertemuan tersebut turut dibahas pentingnya peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan penyelenggaraan angkutan umum, termasuk aspek administrasi, kelayakan kendaraan, serta pemenuhan standar keselamatan bagi para pengguna jasa transportasi.
Jasa Raharja memandang bahwa keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah, operator angkutan, pengemudi, maupun masyarakat sebagai pengguna jasa.
Selain aspek keselamatan, koordinasi juga diarahkan untuk memperkuat pertukaran informasi dan data terkait penyelenggaraan angkutan di Kabupaten Garut. Data dan informasi yang akurat diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah strategis dan kebijakan yang mendukung peningkatan keselamatan transportasi.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Angkutan Kabupaten Garut, Asep Saepudin, menyampaikan apresiasi atas koordinasi yang dilakukan oleh Jasa Raharja. Menurutnya, sinergi antarlembaga sangat diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan transportasi dapat berjalan dengan baik serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik koordinasi yang dilakukan Jasa Raharja. Kolaborasi seperti ini penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat langkah bersama dalam meningkatkan keselamatan serta pelayanan transportasi di Kabupaten Garut,” ungkap Asep Saepudin.
Koordinasi tersebut juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara Jasa Raharja dengan stakeholder transportasi di Kabupaten Garut. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, diharapkan berbagai potensi permasalahan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara bersama-sama.



























