Selain identifikasi masalah, forum juga membahas beberapa langkah tindak lanjut dan rekomendasi strategis, di antaranya Peningkatan fasilitas keselamatan jalan melalui penambahan rambu, PJU, dan pemasangan cermin tikungan di titik rawan. Pemetaan lokasi prioritas penanganan oleh tim gabungan dari kepolisian, dishub, dan jasa raharja. Peningkatan kegiatan edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat melalui berbagai media dan kampanye langsung di lapangan.
Dalam sambutannya, perwakilan dari Jasa Raharja, Gian, menyampaikan bahwa koordinasi yang solid antar-instansi sangat krusial dalam menciptakan ekosistem lalu lintas yang aman. “Kami berharap hasil dari FKLL ini tidak hanya menjadi catatan, tetapi bisa ditindaklanjuti bersama demi menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan kualitas keselamatan bagi seluruh masyarakat pengguna jalan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ipda Cakra dari Polres Cianjur menegaskan pentingnya penegakan hukum di samping edukasi kepada masyarakat. “Penertiban dan patroli di wilayah rawan laka akan terus kami tingkatkan, namun tentu harus didukung oleh perbaikan infrastruktur dan peningkatan kesadaran masyarakat,” katanya.
Forum diakhiri dengan penandatanganan notulen kesepahaman sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus menjaga keselamatan lalu lintas di wilayah Kabupaten Cianjur. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat rutin dilaksanakan sebagai wadah komunikasi, evaluasi, dan pengambilan kebijakan bersama lintas sektor.


























