Kepala PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Wahyu Pria Wibowo, SE., CPS, menyampaikan bahwa evaluasi secara berkala sangat penting untuk memastikan berbagai program yang telah dilaksanakan memberikan hasil yang optimal. Menurutnya, peningkatan kepatuhan masyarakat membutuhkan strategi yang konsisten serta dukungan dan sinergi dari seluruh stakeholder.
“Anev ini menjadi momentum bagi kita untuk melihat kembali capaian yang telah diperoleh sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Khusus terkait KTMDU, diperlukan sinergi dan tindak lanjut yang konsisten agar potensi kendaraan yang belum melakukan daftar ulang dapat terus ditelusuri dan didorong untuk memenuhi kewajibannya,” ujar Wahyu.
Selain membahas aspek pendapatan dan KTMDU, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penyampaian TR mengenai titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Kota Banjar. Informasi mengenai lokasi rawan kecelakaan menjadi bagian penting dalam mendukung upaya preventif dan meningkatkan kewaspadaan seluruh pihak terhadap potensi risiko kecelakaan.
Penyampaian TR tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara Jasa Raharja dan jajaran Kepolisian, khususnya dalam melakukan pemantauan terhadap lokasi yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan. Dengan tersedianya informasi yang lebih terarah, berbagai langkah preventif seperti patroli, pemantauan kondisi lalu lintas, edukasi kepada masyarakat, serta upaya peningkatan keselamatan dapat dilakukan secara lebih optimal.
Kasatlantas Polresta Banjar AKP Priyo Sumbodo, SE., bersama jajaran turut memberikan dukungan terhadap upaya penguatan koordinasi tersebut. Kolaborasi antara Jasa Raharja dan Kepolisian dinilai penting karena aspek pendapatan dan keselamatan lalu lintas memiliki keterkaitan erat dengan kepatuhan masyarakat. Semakin tertib masyarakat dalam administrasi kendaraan dan berlalu lintas, diharapkan semakin baik pula upaya bersama dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman dan berkeselamatan.




























