Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 3 Agu 2024 10:50 WIB

Kurang Tegasnya Pemerintah, Hingga Edukasi Peran Orang Tua Jadi Sebab Maraknya Anak Cuci Darah


					Kurang Tegasnya Pemerintah, Hingga Edukasi Peran Orang Tua Jadi Sebab Maraknya Anak Cuci Darah Perbesar

BANDUNG –  Fenomena cuci darah pada anak anak yang marak saat ini, mendapatkan perhatian besar dari berbagai pihak tidak terkecuali Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu.

Bagaimana tidak, anak anak yang merupakan generasi penerus bangsa, dan di tengah upaya besar pemerintah untuk mencetak generasi emas di 2045, anak anak justru di hantui jajanan yang tidak sehat, dan mengakibatkan kerusakan ginjal sejak usia dini.

Melihat hal tersebut, Kang Haru pun mendorong pemerintah untuk serius dalam mengatasi permasalahan ini, dan pemerintah segera mengambil langkah cepat agar anak anak yang merupakan masa depan Bangsa Indonesia ini bisa terselamatkan.

Baca Juga :  Bak Liga Jerman, PKS Terapkan Total Footbal Tuk Menangkan Pilkada Mendatang

“Saya kira harus ada langkah langkah serius kan sebelumnya dari obat batuk yang sempat ramai, sekarang dari jajanan anak anak saya kira ini sangat urgent bagi pemerintah kota kabupaten, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat, untuk mengambil langkah cepat supaya ini tidak berlanjut dan di usut tuntas oleh penegak hukum kita, jangan sampai ada oknum oknum yang main main dengan produk yang di jual ke publik apalagi untuk anak anak kita,”katanya. Sabtu (3/8/2024).

“Mereka ini (anak-anak) nyawa kita, mereka ini (anak-anak) yang akan meneruskan masa depan bangsa kita, jadi harus serius, tuntas dan jangan sampai kejadian seperti ini bisa terulang bagi anak anak kita,”tegasnya.

Baca Juga :  Gelaran Kampanye Damai, Haru: Mari Tolak Kampanye Hitam Dan Hoaks

Bakal Calon Gubernur Jawa Barat itu pun meminta pemerintah untuk tidak takut, dan berani menindak tegas jika menemukan adanya unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, yang mencampurkan zat zat berbahaya dalam makanan atau jajanan anak.

“Menurut saya ya perlu ada penegakan hukum yang sangat serius jika memang terbukti ada oknum yang mengganti campuran makanan atau jajanan menjadi berbahaya apalagi anak anak, jangan sampai pemerintah tidak tegas untuk ini,”jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kolaborasi Jasa Raharja-Kemenaker Dorong Keselamatan dan Kepatuhan Berlalu Lintas

16 Juni 2026 - 08:34 WIB

Jasa Raharja Inisiasi Rapat Strategi Kolaboratif Tingkatkan Kepatuhan PKB dan SWDKLLJ di Kota Tasikmalaya

15 Juni 2026 - 08:25 WIB

Jasa Raharja Cabang Sukabumi Serahkan Santunan Kepada Beberapa Ahli Waris Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Pendopo Kabupaten Sukabumi

15 Juni 2026 - 07:51 WIB

Tingkatkan Keselamatan Jalan, Jasa Raharja dan RS Siloam Purwakarta Gelar Pelatihan PPGD Bagi Pengemudi Ojek Online di Campaka

15 Juni 2026 - 07:42 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat dan Ditlantas Polda Jabar Matangkan Kolaborasi Hari Bhayangkara ke-80, Siapkan Pameran Traffic Accident Analysis (TAA) dan Program Polantas Menyapa Ojol

12 Juni 2026 - 19:35 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat Terima Kunjungan Kepala Bapenda Jawa Barat Bahas Program Kerja Samsat serta Langkah Strategis Peningkatan Pelayanan Masyarakat

12 Juni 2026 - 19:32 WIB

Trending di Berita Daerah