BOYOLALI – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Berkolaborasi dengan Telkom University (Tel-U), Telkom Indonesia menyerahkan empat unit biodigester kepadamasyarakat Dukuh Pokoh, Desa Musuk, KabupatenBoyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026).
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Digital Collaboration for Sustainability (DCS) yang bertujuanmendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang energi bersih, pengelolaan limbah, dan peningkatan kesejahteraanmasyarakat desa.
Serah terima biodigester dilakukan secara simbolis oleh Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University sekaligus Ketua Center of Excellence (CoE) Sustainable Energy and Climate Change, Prof. Dr. Ir. Jangkung Raharjo, M.T., kepada Ketua GabunganKelompok Tani (Gapoktan) Dukuh Pokoh, Maryanto.
Prof Jangkung menyampaikan bahwa kolaborasi antaradunia industri dan perguruan tinggi menjadi kunci dalammenghadirkan solusi yang tepat guna bagi masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap biodigester dapat dimanfaatkan dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Tidak hanya sebagai sumber energi alternatif, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan tarafhidup dan kemandirian warga desa,” ujarnya dalam siaran persnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua SDGs Center Telkom University Dr. Runik Machfiroh, Asisten Daerah III Pemerintah Kabupaten Boyolali Gozali, General Manager Witel Solo PT Telkom Indonesia Nanang Setyo Utomo, Asisten Manager SDGs SRC PT Telkom Indonesia Suleksono, perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Boyolali Aditya Galuh Prakoso, Camat Musuk Ningmatuti, serta Lurah Desa Pokoh Catur Febrian.
Ketua SDGs Center Tel-U, Dr. Runik Machfiroh, mengapresiasi dukungan Telkom Indonesia melaluiprogram CSR yang memungkinkan program pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan baikdan memberikan dampak langsung.
“Kami berterima kasih kepada Telkom Indonesia yang telah memberikan dukungan pendanaan dan kolaborasi. Program biodigester ini diharapkan mampu membantumasyarakat mengelola limbah peternakan secaraberkelanjutan dan bernilai tambah,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Manager SDGs SRC PT Telkom Indonesia, Suleksono, menegaskan bahwa Telkom Indonesia berharap program ini dapat dijagakeberlanjutannya oleh masyarakat setempat.
“Kami berharap kelompok tani di Dukuh Pokoh dapatmerawat dan memanfaatkan biodigester ini denganbaik. Jika program ini berhasil, diharapkan membukapeluang untuk mengembangkan inisiatif serupa di wilayah lain,” jelasnya.
Biodigester merupakan sistem reaktor tertutup yang memanfaatkan proses biokimia anaerob untukmengolah limbah organik, seperti kotoran sapi, menjadienergi terbarukan berupa biogas. Selain menghasilkanbiogas, sistem ini juga menghasilkan bio-slurry sekitar10–20 liter per hari yang dapat dimanfaatkan sebagaipupuk organik cair.
Melalui program CSR ini, Telkom Indonesia tidak hanyaberkontribusi dalam penyediaan energi bersih, tetapijuga mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkatdesa. Kolaborasi dengan Telkom University menjadiwujud nyata sinergi antara korporasi dan institusipendidikan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat



























