Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 13 Mar 2026 14:00 WIB

SBM ITB Gelar Literasi Keuangan bagi Orang Dewasa dan Anak-anak di Kelurahan Sukapura


					SBM ITB Gelar Literasi Keuangan bagi Orang Dewasa dan Anak-anak di Kelurahan Sukapura Perbesar

BANDUNG – Sebagai bentuk komitmen pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan keterampilan finansial warga, Kelompok Keahlian Risiko Bisnis dan Keuangan (KK BRF) Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) berkolaborasi dengan sejumlah universitas menyelenggarakan program Literasi Keuangan dalam rangkaian IMPACTA 2026 di Masjid Al-Basith, Sukapura, Kota Bandung, Minggu (1/3/2026).

Program yang dikoordinasikan oleh Dr. Eneng Nur Hasanah ini dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok usia. SBM ITB menilai bahwa literasi keuangan tidak hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Oleh karena itu, kegiatan dibagi menjadi dua sesi: sesi pertama pukul 10.00–12.00 WIB untuk peserta dewasa, dan sesi kedua pukul 16.00–17.00 WIB untuk anak-anak, dengan narasumber yang berbeda.

Pada sesi pertama, Dr. Dzikri Firmasyah Hakam, Ph.D., dosen SBM ITB, menyampaikan materi bertajuk “Menuju Kemandirian Ekonomi yang Islami.”

“Tidak ada kata terlambat untuk siapa pun ketika mulai belajar literasi keuangan,” ujarnya dalm siaran persnya.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kebiasaan mencatat dan menghitung sebagai langkah awal membangun keterampilan pengelolaan keuangan. Materi yang disampaikan mencakup prinsip dasar perencanaan keuangan, pengenalan sumber pendapatan halal sesuai kaidah Islam, pengelolaan pengeluaran secara bijak, pengenalan instrumen investasi, serta berbagai model penyusunan anggaran yang aplikatif.

Mayoritas peserta sesi ini merupakan ibu rumah tangga, pengajar, dan pedagang. Untuk itu, pemateri melengkapi sesi dengan studi kasus yang relevan dengan keseharian peserta agar materi lebih kontekstual dan mudah diterapkan.

Baca Juga :  SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business

“Jangan jadikan penghitungan uang sebagai hal yang sensitif atau tabu. Komunikasi terbuka adalah prinsip penting dalam perencanaan keuangan,” tegasnya.

Penyampaian materi dengan bahasa yang sederhana dan aplikatif memudahkan peserta memahami serta mengimplementasikan konsep yang diberikan. Integrasi nilai-nilai Islam dalam pembahasan turut memperkuat relevansi materi dengan latar belakang mayoritas peserta. Penanaman literasi keuangan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif keluarga dalam mengelola keuangan secara terencana, transparan, dan berkelanjutan.

Memasuki sesi kedua, Atika Irawan, S.Mn., M.Sc., dosen SBM ITB sekaligus anggota KK BRF, membawakan materi bertajuk “Muslim Cerdas Mengatur Uang.” Peserta pada sesi ini merupakan santri DTA (Diniyah Takmiliyah Awaliyah) kelas tinggi dan santri TQA (Ta’limul Qur’an lil Aulad) Masjid Al-Basith dengan rentang usia 10–15 tahun.

Suasana sudah terasa antusias bahkan sebelum sesi dimulai. Setiap peserta menerima celengan sebagai bentuk stimulasi awal untuk menumbuhkan kebiasaan menabung. Anak-anak kemudian dikenalkan pada berbagai nominal uang beserta visualisasinya untuk membantu pemahaman dasar mengenai nilai uang.

Dalam sesi interaktif, peserta diminta menggambar tiga barang yang ingin mereka beli apabila memiliki uang sendiri. Dari aktivitas tersebut, terlihat bahwa pilihan anak-anak masih didominasi oleh keinginan dibandingkan kebutuhan. Hal ini menjadi pintu masuk bagi pemateri untuk menjelaskan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan melalui studi kasus sederhana. Peserta diajak membantu tokoh dalam cerita menentukan prioritas pengeluaran secara bijak.

Baca Juga :  Guru Besar SBM ITB Sampaikan Orasi Ilmiahnya

Materi juga diperkuat dengan pemutaran video animasi mengenai prinsip ekonomi syariah, khususnya terkait etika dalam meminjam uang yang dijelaskan secara sederhana dan merujuk pada nilai-nilai dalam Al-Qur’an.

“Semua rezeki berasal dari Allah, sehingga harus dikelola dengan penuh tanggung jawab,” jelas Atika.

Pendekatan visual, interaktif, dan kontekstual tersebut disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif anak agar pesan dapat dipahami secara efektif.

Melalui pembagian dua sesi berdasarkan kelompok usia, program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi dan keterampilan finansial masyarakat Sukapura secara menyeluruh. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata SBM ITB dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui edukasi yang inklusif dan berkelanjutan.

BRF SBM ITB menyampaikan apresiasi kepada DKM Masjid Al Basith serta seluruh peserta yang hadir dan aktif berpartisipasi. Sebagaimana disampaikan oleh tim pelaksana, kegiatan ini merupakan langkah kecil yang diharapkan memberi dampak jangka panjang.

“Literasi keuangan bukan hanya tentang mengelola uang, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih terencana dan bermartabat,” tutup perwakilan tim KK BRF SBM ITB.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Telkom Indonesia Perkuat Pemberdayaan Perempuan Penyintas Kekerasan melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Digital Bersama Tel-U

20 April 2026 - 15:38 WIB

Tel-U Resmi Serahkan Video Pemutakhiran Penyandang Disabilitas kepada KND

20 April 2026 - 13:59 WIB

SBM ITB Gelar Graduation Night April 2026: 474 Lulusan Siap Menorehkan “Legacy”

19 April 2026 - 10:10 WIB

Gebyar Apresiasi Kepatuhan Wajib Pajak, Dorong Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak Tepat Waktu

17 April 2026 - 11:44 WIB

HUT Kabupaten Bandung ke-385, KDS Jadikan Bedas Expo Jadi Penggerak Ekonomi di Tengah Bencana

17 April 2026 - 10:49 WIB

Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik

17 April 2026 - 07:54 WIB

Trending di Berita Daerah