Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Berita Nasional · 1 Nov 2026 21:41 WIB

Puncak Hari Santri 2026, Dirjen Pesantren: Munajat Santri Wujud Bakti dan Kepedulian untuk Negeri


					Puncak Hari Santri 2026, Dirjen Pesantren: Munajat Santri Wujud Bakti dan Kepedulian untuk Negeri Perbesar

Jakarta — Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menegaskan bahwa pengabdian santri kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan dakwah, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam momentum Munajat Santri untuk Negeri yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10/2026) malam, sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Santri 2026.

Kegiatan yang mempertemukan ribuan santri, kiai, pengasuh pesantren, dan tokoh agama tersebut menjadi ruang memperkuat ikhtiar spiritual sekaligus solidaritas sosial terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

Basnang menjelaskan bahwa munajat merupakan salah satu manifestasi nilai pendidikan pesantren yang menempatkan hubungan spiritual dengan Allah Swt. dan tanggung jawab kemanusiaan sebagai dua hal yang saling berkaitan.

“Munajat Santri untuk Negeri adalah doa santri untuk kebaikan negeri ini, sekaligus juga merupakan perwujudan bakti santri untuk negeri. Santri ingin menghadirkan doa-doa terbaik agar Indonesia senantiasa diberi keselamatan, kedamaian, dan keberkahan,” ujar Basnang.

Menurutnya, keterlibatan santri dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pesantren memiliki ikatan yang kuat dengan kehidupan bangsa. Santri tidak hanya dididik untuk memahami ilmu agama, tetapi juga dibekali nilai kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan pesantren yang selama ini mengajarkan keseimbangan antara penguatan spiritual, pembentukan akhlak, dan pengabdian sosial.

Santri Bermunajat untuk Masyarakat Terdampak Karhutla

Basnang secara khusus menyampaikan bahwa Munajat Santri untuk Negeri juga menjadi bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Aksi Simpatik dan Pemasangan Spanduk di Titik Rawan Laka Guna Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Karawang

31 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Lindungi Masyarakat Usia Produktif di Sumatera Barat, Jasa Raharja Perkuat Gerakan Keselamatan Berlalu Lintas

31 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Jasa Raharja dan Polres Subang Gelar Aksi Simpatik, Ajak Pengendara Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

30 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Dukung Program Keselamatan Lalu Lintas Jasa Raharja, Bupati Indramayu Terbitkan Surat Edaran Pemasangan APC (Alat Pemantul Cahaya)

30 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Dorong Tertib Administrasi Kendaraan Perusahaan, Jasa Raharja Tasikmalaya Laksanakan SIGAP Instansi di PT Tiara Mulya Sejahtera

29 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Antar-BUMN, PT Askrindo Laksanakan Anjangsana ke Kantor Jasa Raharja Tasikmalaya

29 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Trending di Berita Daerah