Menu

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Headline · 12 Nov 2025 14:31 WIB

Milad Ke-113 Muhammadiyah, Mengulik Kembali Jejak Dakwah dan Perjuangan di Kota Kembang


					Milad Ke-113 Muhammadiyah, Mengulik Kembali Jejak Dakwah dan Perjuangan di Kota Kembang Perbesar

BANDUNG – Resepsi puncak milad ke-113 Muhammadiyah akan diselenggarakan di Kota Kembang Bandung. Tepatnya di Universitas Muhammadiyah Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, pada 18 November 2025.

Ribuan warga Muhammadiyah dari berbagai daerah akan hadir pada kegiatan ini. Termasuk juga para penggembira yang antusias menyambut gelaran tahunan yang baru pertama diadakan di UM Bandung ini.

Nah, menarik disimak bagaimana sejarah dan perkembangan persyarikatan Muhammadiyah di kota ini. Seperti apa ulasannya?

Penulis buku “Sejarah Pergerakan Muhammadiyah di Bandung Tahun 1936-1940” Muhammad Zaki Al Aziz mengungkapkan bahwa organisasi Muhammadiyah pertama kali dikenalkan kepada masyarakat Bandung pada tanggal 26 Januari 1936.

“Dahulu acara perkenalan tersebut diberi judul Propaganda Vergadering Moehammadijah yang diselenggarakan di Gedung Mardihardjo, Pangeran Sumedangweg,” ujar Zaki di Bandung, dalam siaran persnya pada Rabu ( 12/11/2025).

Propaganda ini juga merupakan realisasi atau respons dari hasil Konferensi Muhammadiyah wilayah Jawa Barat ke-2 yang diadakan di Garut pada 1935. Salah satu poinnya adalah menyebarkan organisasi Muhammadiyah di wilayah Priangan selama satu tahun.

Dua pimpinan cabang yang telah lama berdiri di Jawa Barat, Garut dan Betawi, memiliki tugas masing-masing. Garut dipercayai menyebarkan dakwah dan membuat brosur tentang organisasi Muhammadiyah dengan menggunakan bahasa Sunda. Adapun cabang Betawi menggunakan bahasa Arab, Latin, dan Indonesia.

Di antara tokoh-tokoh yang menjadi penggerak awal Muhammadiyah di Kota Bandung adalah Rifaudin Soetalaksana (Ketua), Soetan Perang Boestami (Taman Pustaka), Sastra Soedjana (Sekretaris), Hasan Effendi (Tabligh), Alwi Ratman (Bendahara), Bakrie Soeraatmadja (Bagian Onderwijs atau Pendidikan), Hasan Ali Soerati (Penolong Kesengsaraan Oemoem), Burhan Kartadiredja (Penasihat), dan bagian Aisyiyah akan meminta masukan kepada Dewi Sartika.

Baca Juga :  Ada Potensi Kepadatan Saat Milad Muhammadiyah, Panitia Sampaikan Permohonan Maaf

“Rifaudin Soetalaksana menjadi ketua selama dua periode, yaitu 1936-1940 dan 1940-1944.  Dari tangan dan pengalaman mereka, organisasi Muhammadiyah pada periode pertama itu bisa dikatakan mengalami perkembangan yang signifikan,” lanjut Zaki yang juga Bendahara Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Bandung.

Rifaudin Soetalaksana merupakan tokoh mubalig yang telah lama malang melintang dalam dunia dakwah, khususnya melalui organisasi Muhammadiyah.

Perjuangan Soetalaksana dalam dakwah juga berlanjut dalam ranah kebangsaan. Ia sempat menjadi Wakil Ketua PII Bandung bersama dengan Ketua Moh Natsir dan menurut beberapa sumber pada 1950-an pernah menjadi anggota Konstituante dari Masyumi.

Tokoh lain yang tidak kalah penting adalah Bakrie Soeraatmadja yang dikenal saat ini sebagai perintis pers di Indonesia. Menurut Zaki, sering diliput dan dipublikasikannya kegiatan Muhammadiyah periode awal dalam koran seperti “Sipatahoenan”, “Pemandangan” atau “Sinar Pasundan”, sedikitnya karena peran Bakrie Soeraatmadja.

Selain itu, ada juga tokoh penting lainnya seperti Hasan Ali Surati (sejawatnya Cokroaminoto ketika di Sarekat Islam) yang menjadi Ketua PKO pertama di Bandung.

Baca Juga :  Kolaborasi Muhammadiyah dan ITB Diharapkan Jadi Penggerak Pemerataan Kemajuan Nasional

Ia juga merupakan mantan pengurus koran “Oetoesan Hindia” dan sebelum pindah ke Bandung menjadi pengurus Muhammadiyah di Malang. Di tangan Surati, PKO Bandung menjadi dakwah Muhammadiyah dalam bidang sosial dan kemasyarakatan.

Misalnya, dari sisi pergerakan organisasi, yang ditandai dengan berdirinya group (cabang) atau bahkan ressort (ranting), diadakannya pengajian dengan mengundang tokoh-tokoh mubalig terkenal, seperti Haji Hadjid, Saalah Yusuf Sutan Mangkuto, Haji Kartosudarmo, Mustafha Ramadhan, KH Mas Mansoer, Haji Rosul, dan dihadiri oleh ratusan orang jiwa.

Sementara itu, dari sisi amal usaha, Muhammadiyah periode pertama itu sukses mendirikan amal usaha seperti weeshuis (rumah yatim), sekolah (Schakelschool Moehammadijah dan Holland Indlansche School (HIS) Met de Quran, dan juga membuka Poliklinik.

Dalam hubungannya dengan masyarakat Bandung pada waktu itu, kata Zaki, organisasi Muhammadiyah yang diwakili oleh PKO, tak jarang selalu tampil dan bahkan membantu pemerintahan setempat.

Misalnya membantu pemerintahan dalam rangka mensejahterakan masyarakat, dengan mendistribusikan pembagian zakat dan fitrah kepada masyarakat yang ada di Bandung waktu itu.

“PKO Bandung pada waktu itu juga sukses mengadakan acara khitanan gratis bagi anak-anak yatim dan anak-anak kurang mampu. Kemudian berperan aktif menjadi pelayan masyarakat (mendirikan posko bantuan) ketika terjadi musibah yang melanda Bandung, umpamanya bencana banjir yang terjadi pada 1940,” tandas Zaki.

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Satu ABK Korban Meninggal Dunia KM Virgo Kembali Teridentifikasi, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Keluarga Korban

15 September 2026 - 22:28 WIB

Sinergi JR-BPJS Kesehatan Dan Rumah Sakit Dalam Memberikan Kepastian Jaminan Korban Laka Lantas Di Karawang

15 September 2026 - 22:03 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi, Jasa Raharja Bandung Laksanakan Door to Door dan Sigap Gaspol ke Perusahaan

15 September 2026 - 10:04 WIB

Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Gelar MUKL dan Pengobatan Gratis di Terminal Indihiang dalam Rangka Hari Perhubungan Nasional

15 September 2026 - 10:00 WIB

Jasa Raharja Bersama FLLAJ Purwakarta Perkuat Kolaborasi, Fokus Tekan Fatalitas Kecelakaan Lalu Lintas

15 September 2026 - 09:56 WIB

Jasa Raharja Sukabumi dan Satlantas Polres Cianjur Hadiri Sosialisasi Safety Riding kepada Personel TNI AD di Mayonif Raider 300/Bjw

15 September 2026 - 09:54 WIB

Trending di Berita Daerah