Melalui Mumtaz Fest dan West Java Modest Fashion 2024 lanjut dia, akan menjadi media promosi baik UMKM maupun modest atau fesyen.
Dimana telah disediakan, baik di pelataran Masjid Raya Al Jabbar maupun di dalam area masjid, selama gelaran Mumtaz Fest dan West Java Modest Fashion 2024 berlangsung.
Targetnya, dalam tiga hari gelaran Mumtaz Fest dan West Java Modest Fashion 2024 dapat menghasilkan transaksi minimal Rp5 miliar. Dimana ini pun berpotensi lebih kata dia, karena traffic kunjungan di Masjid Raya Al Jabbar selalu tinggi tiap akhir pekan.
“Selain traffic yang sudah ada. Kita buat traffic baru. Mudah-mudahan bisa tercapai,” ucapnya.
Total ada 1.000 UMKM yang terlibat lanjut Taufik, baik dari produk makanan maupun fesyen selama tiga hari gelaran Mumtaz Fest dan West Java Modest Fashion 2024.
“Ada 100 stand yang kita bagi dengan 27 kabupaten/kota. UMKM binaan kita dan Bank BJB. Semuanya sudah dikurasi. Ini untuk melihat, apakah sudah ada perubahan saat sebelum dan sesudah dibina,” terangnya.
Mumtaz Festival 2024 diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Muharram 1446 H dan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-79, dengan diikuti oleh berbagai pelaku usaha UMKM mitra binaan OPD, dengan berbagai produk-produk unggulan antaranya kerajinan, fesyen, aksesoris dan kuliner.
Dalam kegiatan ini turut diberikan secara simbolis sertifikat halal bagi 18 UMKM Kota Bandung, serta talkshow UMKM.



























