Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 21 Mei 2024 08:00 WIB

Pemimpin Daerah Mendatang Harus Aksi Nyata, Bukan Pencitraan


					Pemimpin Daerah Mendatang Harus Aksi Nyata, Bukan Pencitraan Perbesar

BANDUNG – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menjadi agenda pemilihan yang akan segera di lakukan di Jawa Barat baik untuk memilih Gubernur, Walikota dan Bupati periode 2024-2029.

Sejumlah sosok yang di gadang gadang maju dalam Pilgub mulai bermunculan seiringan dengan kontestasi Pilkada yang semakin mendekat.

Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Syaiful Huda, Hingga Haru Suandharu, digadang gadang akan berkontestasi untuk mendapatkan kursi nomor 1 di Jawa Barat.

Banyaknya tokoh politik yang bermunculan itu pun mendapat sorotan dari berbagai pihak termasuk tokoh Jawa Barat sekaligus Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Barat, Dan Satriana.

Baca Juga :  Tatap Pilkada, PKS Buka Peluang Tuk Berkoalisi

Menurut Dan, Gubernur merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat, yang memiliki peran vital untuk memajukan masyarakatnya.

“Gubernur adalah jabatan yang unik, disatu sisi ia merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat, tetapi disisi lain, dia juga menjadi jembatan program program dan kebijakan di level kabupaten kota,”katanya. Senin (20/5/2024).

“Diharapkan saya kira dengan posisi itu gubernur kedepan, adalah orang yang bisa menjebatani kesenjangan antar kota kabupaten, menjembatani kegiatan bersama antar kota kabupaten, itu yang lebih di butuhkan, karena hasil dari langkah yang di keluarkan gubernur akan lebih di rasakan langsung oleh masyarakat,”imbuhnya.

Baca Juga :  Peneliti IPRC Sebut Perdebatan Isu Perubahan Regulasi Pilkada Perlu Dikaji Mendalam

Meski begitu dijelaskan nya, melahirkan pemimpin yang berkualitas tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran masyarakat untuk mengenal lebih jauh siapa sosok yang pantas untuk membangun Jawa Barat periode 2024-2029.

“Harapan saya masyarakat bisa membuka diri, mencari informasi sebanyak banyaknya tentang latar belakang dari tokoh dan gagasan gagasan yang memang betul bisa di terima akal sehat dan atau berkaitan dengan kehidupan sehari hari,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kolaborasi Akademisi dan Instansi, Survei Kajian Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Bogor

30 April 2026 - 12:30 WIB

Opsgab Tim Pembina Samsat Kabupaten Bandung Barat Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak di Padalarang

30 April 2026 - 07:12 WIB

Tim Pembina Samsat Sukabumi I Cibadak Gelar Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor di Sukaraja

29 April 2026 - 17:59 WIB

Jasa Raharja Cabang Purwakarta Gelar Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas Dan Pelatihan Pertolongan Pertama Bagi Korban Kecelakaan Di SMPN 1 Cibogo

29 April 2026 - 17:56 WIB

Upaya Tingkatkan Kepatuhan, Jasa Raharja Karawang Dukung Pemeriksaan Pajak Kendaraan

29 April 2026 - 17:54 WIB

Perkuat Kepatuhan Pajak, Tim Pembina Samsat Depok Gelar Operasi Khusus dan Sosialisasi Kesamsatan di PT Bank Mandiri Tbk dan CV Juanda Group

29 April 2026 - 17:24 WIB

Trending di Berita Daerah