Upaya membangun keselamatan tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program intervensi di titik-titik rawan kecelakaan. Hingga Agustus 2026, efektivitas intervensi yang dilakukan Jasa Raharja turut berkontribusi terhadap penurunan tingkat fatalitas korban meninggal dunia sebesar 4,59 persen atau berkurang 329 korban dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Awaluddin menegaskan, membangun budaya tertib berlalu lintas tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Peran aktif masyarakat bersama seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar upaya menekan risiko dan fatalitas kecelakaan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, membangun budaya tertib berlalu lintas harus terus diperkuat melalui peran aktif seluruh masyarakat,” ujarnya.
Dipandu Mpok Caca, talkshow Jasfren Peduli membahas transformasi pelayanan Jasa Raharja, pengalaman masyarakat ketika mengakses pelayanan, pemanfaatan kanal digital, kepatuhan membayar pajak kendaraan dan SWDKLLJ, serta pentingnya membangun perilaku tertib berlalu lintas.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Bripda Ananda Rafi, anggota kepolisian sekaligus kreator konten, yang berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi keselamatan. Pendekatan komunikasi yang ringan, relevan, dan mudah dipahami dinilai penting, khususnya untuk menjangkau generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja turut menjelaskan transformasi pelayanan yang terus dilakukan melalui penguatan integrasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Korlantas Polri dan rumah sakit.



























