Integrasi tersebut memungkinkan informasi kecelakaan diterima lebih cepat, sehingga proses verifikasi dan pemberian pelayanan kepada korban dapat segera dilakukan. Transformasi tidak berhenti pada digitalisasi proses, tetapi diarahkan untuk memberikan kemudahan, transparansi, dan kepastian kepada masyarakat.
Jasa Raharja juga memperkuat akses informasi melalui aplikasi Jasfren. Melalui kanal tersebut, masyarakat, khususnya korban luka yang mendapatkan perawatan, dapat memperoleh informasi awal mengenai kecelakaan serta memeriksa detail surat jaminan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Teknologi bukan sekadar memindahkan proses manual menjadi digital. Ukuran utamanya adalah apakah teknologi tersebut benar-benar membuat pelayanan lebih mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi Jasfren,” tambah Awaluddin.
Pengalaman langsung dari penerima pelayanan dan wajib pajak turut menjadi bagian dalam talkshow tersebut. Cerita tersebut memperlihatkan bagaimana kemudahan pelayanan, akses informasi, dan kanal pembayaran digital dapat membangun pengalaman yang lebih baik sekaligus mendorong kepatuhan masyarakat.
Semangat Jasfren Peduli juga tidak hanya hadir di Jakarta. Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Raharja hadir lebih dekat dengan masyarakat di berbagai wilayah melalui sejumlah kegiatan pelayanan dan kepedulian, antara lain dengan membagikan helm keselamatan kepada wajib pajak di kantor Samsat sebagai bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas, serta hadir secara langsung menjenguk dan memberikan dukungan kepada korban kecelakaan lalu lintas di wilayah kerja Jasa Raharja.



























