Dalam konteks tersebut, generasi muda memiliki ruang dan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi tanpa harus menunggu jabatan. Di sisi lain, insan yang telah lebih dahulu berpengalaman diharapkan terus menjadi sumber pengetahuan dan teladan, sekaligus membuka ruang bagi generasi berikutnya untuk berkembang dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Lebih lanjut, Awaluddin mengingatkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Perbaikan dapat dimulai dari keberanian untuk menyelesaikan persoalan yang berlarut-larut, mengusulkan cara kerja yang lebih baik, serta menjalankan tanggung jawab dengan kualitas yang lebih baik dari hari sebelumnya.
Ia berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi seluruh insan Jasa Raharja untuk memperkuat komitmen dalam menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menghadirkan kepedulian dalam setiap pelaksanaan tugas. “Jangan sampai kita hanya mewarisi semangat para pemuda terdahulu sebagai cerita. Warisilah keberanian mereka sebagai tindakan,” tutup Awaluddin.



























