Meski mengapresiasi arah kebijakan pemerintah, Usamah menekankan bahwa dukungan generasi muda bukan berarti kehilangan sikap kritis.
“Mendukung bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Justru kritik yang membangun adalah bagian dari dukungan itu sendiri,” tegasnya.
Ketua AMAN Jabar, M Ikhbal menyampaikan, bahwa organisasinya mendukung langkah pemerintah, namun tetap ingin hadir sebagai mitra kritis dalam pembangunan bangsa.
“Diskusi ini bentuk kepedulian dan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Ini bukan hanya untuk AMAN, tapi untuk seluruh lapisan mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung dan Indonesia,” tutur Ikhbal.
Ikhbal berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa menyuarakan kritik, aspirasi, dan ide-ide konstruktif demi kemajuan negara, khususnya di bawah pemerintahan Prabowo–Gibran.
“Saya rasa ini wadah bersama untuk menyampaikan ide dan aspirasi kepada pemerintah, khususnya presiden dan wakil presiden yang memegang tampuk kekuasaan hari ini,” katanya.
Ia menilai, kepemimpinan Prabowo–Gibran sejauh ini cukup baik dengan berbagai program pembangunan yang dijalankan. Namun, peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dan kontrol sosial (social control) tetap dibutuhkan agar pemerintahan berjalan sesuai harapan rakyat.
“Kepemimpinan mereka memang cukup bagus, tapi tentu tidak sempurna. Mahasiswa harus jadi pengingat dan pengawal agar kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada rakyat,” tandasnya.



























