Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 8 Jul 2024 16:31 WIB

Skema Subsidi Silang Tuk Tekan Angka Kemiskinan


					Skema Subsidi Silang Tuk Tekan Angka Kemiskinan Perbesar

BANDUNGPermasalahan kemiskinan menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera di atasi oleh Pemerintah khususnya Jawa Barat.

Meski menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka kemiskinan Jawa Barat per Maret 2024 mengalami penurunan menjadi 7,46 poin dari yang sebelumnya di 7,62 poin, namun angka tersebut terbilang tinggi dari jumlah populasi Jawa Barat yang mencapai 49,94 Juta Jiwa (2020).

Oleh karenanya, Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu (Kang Haru) tawarkan skema subsidi silang untuk mengentaskan permasalahan tersebut.

Menurut kang Haru, keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan untuk upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Barat, asalkan seluruh pihak serius dan komitmen dalam melakukannya.

Baca Juga :  Sejahterakan Pendidikan, Haru Siapkan Program Beasiswa Berkelanjutan

“Misal untuk sektor pendidikan, cukup masyarakat miskin yang diberikan subsidi sehingga SPP gratis. Ini tidak hanya di sekolah negeri tapi di Swasta juga, Masyarakat mampu jangan diberikan subsidi, jadi semua anak bisa sekolah dimanapun yang dekat dari rumahnya,”katanya.

“Begitu juga kesehatan, masyarakat miskin gratis kesehatan, atau yang awalnya mampu kemudian tidak mampu silahkan berobat gratis di rumah sakit milik pemerintah atau swasta. Bagi yang mampu biarkan dia membayar biaya kesehatannya. Jangan di gebyah uyah (menyamaratakan), semua harus bayar iuran kesehatan. Tentu untuk masyarakat miskin sangat berat,”imbuhnya.

Tidak hanya di sektor pendidikan dan kesehatan, dijelaskan Bakal Calon Gubernur Jawa Barat Haru Suandharu, BBM hingga pelatihan bagi pekerja pun harus di berikan untuk mengentaskan kemiskinan yang menjadi permasalahan kompleks di Jawa Barat.

Baca Juga :  Bak Liga Jerman, PKS Terapkan Total Footbal Tuk Menangkan Pilkada Mendatang

“Untuk BBM juga demikian, BBM bersubsidi jangan dinaikkan. Yang tidak bersubsidi silahkan ikut harga pasar minyak dunia. Demikian juga pemerintah perlu memikirkan mendirikan Balai Latihan kerja di serial Kokab. Untuk melatih lulusan SMP, SMA/SMK dan Sarjana siap kerja dengan sertifikasi Jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan sekarang. setidaknya Ada 40 jenis pekerjaan yang akan hilang dan 40 jenis pekerjaan baru, nah jenis-jenis keterampilan bersertifikat ini yang perlu diperkuat oleh pemerintah pusat dan daerah, sehingga SDM yang di siapkan itu sesuai dengan kebutuhan industru,”jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PT Jasa Raharja Gelar Sosialisasi Gebyar Apresiasi Kepatuhan Wajib Pajak di Pasar Pancasila Kota Tasikmalaya

8 Mei 2026 - 19:17 WIB

Pastikan Penanganan Korban Berjalan Baik, Jasa Raharja, Ditjen Hubdat dan Korlantas Polri Tinjau Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara

7 Mei 2026 - 19:10 WIB

Samsat Kota Cimahi Bersama Pemerintah Kota Cimahi dan Mitra Terkait Gelar Operasi Gabungan Pajak Kendaraan untuk Tingkatkan PAD dan Kepatuhan Masyarakat

7 Mei 2026 - 18:56 WIB

UPI Kukuhkan Guru Besar, Rektor: Bisa Berikan Dampak Luar Biasa

7 Mei 2026 - 14:12 WIB

Operasi Gabungan Samsat Rancaekek Dorong Kepatuhan Pajak dan Keselamatan Berlalu Lintas

7 Mei 2026 - 08:28 WIB

Tim Pembina Samsat Purwakarta Hadirkan Layanan Salamanis di Gedung Kembar

6 Mei 2026 - 08:24 WIB

Trending di Berita Daerah