“Nilai-nilai politik juga bisa diterapkan, seperti pembagian peran, percakapan, dan membiasakan musyawarah dalam keluarga dalam suasana yang penuh kedamaian,” katanya.
Selain itu, keluarga juga merupakan tempat untuk belajar mengenai ekonomi. Seperti hidup hemat, produktif, mandiri, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Menurutnya, hal ini akan menumbuhkan kemampuan ekonomi dalam keluarga.
“Keluarga juga memiliki peran dalam menjaga nilai pertahanan dan keamanan, yaitu saling melindungi dari ancaman buruk,” ujarnya.
Sebagai cagub Jabar, kata Syaikhu, dirinya juga menerapkan prinsip masyarakat Sunda yaitu Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh dalam visinya membangun Jabar ke depanya.
“Artinya, kita saling menjaga, tidak hanya di dalam keluarga, tetapi juga dalam masyarakat secara luas. Saya kira ini merupakan representasi dari nilai-nilai watawa saubil haqqi watawa saubil sobri watawa saubil marhamah,” terangnya.
“Saling menasihati dalam kebenaran, kesabaran, bukan untuk memalukan atau merendahkan martabat orang lain, tetapi karena dorongan kasih sayang agar saudara kita tidak jatuh ke dalam lembah kehinaan,” tambahnya.
Syaikhu juga mengingatkan bahwa ketahanan keluarga adalah pilar ketahanan nasional dan menjadi modal penting untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.
“Pada masa itu, Insya Allah, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, di mana 70 persen penduduk berada pada usia produktif. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, jangan sampai bonus demografi ini menjadi beban bagi negara,” katanya.
Sementara itu, Ketua Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Jabar, Ummi Siti Muntamah mengatakan bahwa telah banyak hal yang dilakukan BPKK DPW PKS Jabar dalam membersamai mewujudkan keluarga berkualitas.



























