Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Berita Daerah · 21 Mei 2024 08:00 WIB

Pemimpin Daerah Mendatang Harus Aksi Nyata, Bukan Pencitraan


					Pemimpin Daerah Mendatang Harus Aksi Nyata, Bukan Pencitraan Perbesar

BANDUNG – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menjadi agenda pemilihan yang akan segera di lakukan di Jawa Barat baik untuk memilih Gubernur, Walikota dan Bupati periode 2024-2029.

Sejumlah sosok yang di gadang gadang maju dalam Pilgub mulai bermunculan seiringan dengan kontestasi Pilkada yang semakin mendekat.

Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Syaiful Huda, Hingga Haru Suandharu, digadang gadang akan berkontestasi untuk mendapatkan kursi nomor 1 di Jawa Barat.

Banyaknya tokoh politik yang bermunculan itu pun mendapat sorotan dari berbagai pihak termasuk tokoh Jawa Barat sekaligus Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Barat, Dan Satriana.

Baca Juga :  Tatap Pilkada, PKS Buka Peluang Tuk Berkoalisi

Menurut Dan, Gubernur merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat, yang memiliki peran vital untuk memajukan masyarakatnya.

“Gubernur adalah jabatan yang unik, disatu sisi ia merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat, tetapi disisi lain, dia juga menjadi jembatan program program dan kebijakan di level kabupaten kota,”katanya. Senin (20/5/2024).

“Diharapkan saya kira dengan posisi itu gubernur kedepan, adalah orang yang bisa menjebatani kesenjangan antar kota kabupaten, menjembatani kegiatan bersama antar kota kabupaten, itu yang lebih di butuhkan, karena hasil dari langkah yang di keluarkan gubernur akan lebih di rasakan langsung oleh masyarakat,”imbuhnya.

Baca Juga :  Peneliti IPRC Sebut Perdebatan Isu Perubahan Regulasi Pilkada Perlu Dikaji Mendalam

Meski begitu dijelaskan nya, melahirkan pemimpin yang berkualitas tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran masyarakat untuk mengenal lebih jauh siapa sosok yang pantas untuk membangun Jawa Barat periode 2024-2029.

“Harapan saya masyarakat bisa membuka diri, mencari informasi sebanyak banyaknya tentang latar belakang dari tokoh dan gagasan gagasan yang memang betul bisa di terima akal sehat dan atau berkaitan dengan kehidupan sehari hari,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Respons Cepat Kasus Perundungan Asrama, Telkom University Tindak Tegas Pelaku

11 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

9 Oktober 2026 - 11:30 WIB

PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Berikan Pengobatan Gratis dan Souvenir bagi Wajib Pajak pada Operasi Gabungan di Bunderan Tarogong

8 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Tim Pembina Samsat Garut Gelar Operasi Gabungan di Bunderan Tarogong, Hasilkan Penerimaan Rp38,99 Juta

8 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Jasa Raharja dan P3D Wilayah Kabupaten Garut Sambut Wakil Ketua DPRD Jabar, Bahas Optimalisasi PKB dan SWDKLLJ

8 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Jasa Raharja Purwakarta Bersama Polres Gelar Program Pengajar Peduli Keselamatan dan Safety Campaign di SMK

8 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Trending di Berita Daerah