Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Bandung · 2 Apr 2026 20:30 WIB

DPRD Jabar Soroti Kinerja Pemprov dari LKPJ 2025


					DPRD Jabar Soroti Kinerja Pemprov dari LKPJ 2025 Perbesar

BANDUNG – DPRD Jawa Barat menyoroti kinerja pemerintah provinsi, dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025.

Komisi IV DPRD Jabar menilai, sejumlah indikator dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan, bahkan menyisakan persoalan lama yang belum terselesaikan.

Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah ketimpangan ekonomi yang tercermin dari indeks gini. Angka tersebut dinilai masih melenceng dari target, menandakan distribusi kesejahteraan di Jawa Barat belum merata. 

Komisi IV menegaskan, persoalan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan kegagalan kolektif lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan program yang berdampak langsung ke masyarakat.

Baca Juga :  Hadapi Pilkada Serentak 2024, Pemprov Jabar Gelar Sosialisasi Terkait Netralitas ASN

Sisi lain, praktik tunda bayar kembali mencuat sebagai masalah kronis. DPRD mencatat adanya penumpukan pembayaran di akhir tahun anggaran, terutama pada sektor perhubungan dan bina marga. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya perencanaan sekaligus berpotensi mengganggu kesehatan fiskal daerah.

“Penumpukan di akhir tahun tidak boleh terus terjadi. Perencanaan harus lebih disiplin, dan seluruh pihak termasuk pelaksana pekerjaan wajib mengikuti mekanisme penagihan sesuai termin,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga :  Pemprov Jabar Bakal Coret Penerima Beasiswa Program JFLS 2024

Ia mengingatkan, pola serapan anggaran yang tidak merata sepanjang tahun bukan hanya persoalan teknis, tetapi berisiko mengganggu stabilitas keuangan daerah secara keseluruhan. Sebab itu, pembenahan harus dilakukan dari hulu, mulai dari perencanaan hingga pengawasan pelaksanaan program.

Komisi IV juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh OPD, tidak hanya dari sisi realisasi anggaran, tetapi juga efektivitas program dan dampaknya terhadap publik.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Respons Cepat Kasus Perundungan Asrama, Telkom University Tindak Tegas Pelaku

11 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

9 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Gerak Cepat Jasa Raharja dalam Penanganan Santunan Kecelakaan Lalu Lintas di Purwasari, Karawang

9 Oktober 2026 - 07:26 WIB

PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Bersama Tim Pembina Samsat Laksanakan Operasi Khusus ke Kopja Sonya Wahana Cakti Kabupaten Ciamis

9 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Pt Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Laksanakan Rekonsiliasi Dan Verifikasi Invoice Dengan Buku Tarif Bersama Rumah Sakit Di Kabupaten Garut

9 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Jasa Raharja Purwakarta Bersama Satlantas Polres Subang Gelar Safety Campaign dan Aksi Simpatik

9 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Trending di Berita Daerah