Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Pendidikan · 28 Jul 2026 22:12 WIB

Film Pendek “Jante Arkidam” Tampil pada Exhibition Arts Festival #12 Kolaborasi ISBI Bandung dan Yayasan Pakalangan Hadirkan Ekranisasi Puisi Ajip Rosidi dalam Medium Sinema


					Film Pendek “Jante Arkidam” Tampil pada Exhibition Arts Festival #12 Kolaborasi ISBI Bandung dan Yayasan Pakalangan Hadirkan Ekranisasi Puisi Ajip Rosidi dalam Medium Sinema Perbesar

BANDUNG – Bandung kembali menegaskan identitasnya sebagai kota kreatif yang menjadikan seni sebagai bahasa untuk bercerita. Mengusung semangat.

“Kalau satu kota bisa bercerita lewat seni dan karya, Bandung adalah salah satunya!”, Bandung Arts Festival #12 menghadirkan beragam ekspresi seni yang mempertemukan seniman, komunitas, akademisi, dan pegiat budaya dari Indonesia hingga berbagai negara di Asia dan Eropa.

Sebagai kota yang menyandang predikat UNESCO Creative City of Design, Bandung kembali merayakan keberagaman karya seni melalui pameran seni rupa, instalasi, fotografi, batik, film, teater, musik, workshop, serta pertunjukan budaya. Salah satu agenda utama festival adalah Tari Kolosal “Ngabatik”, perpaduan tari, musik, dan filosofi membatik sebagai representasi warisan budaya Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan dapat dinikmati masyarakat secara gratis (Free Entry).

Di tengah rangkaian festival tersebut, film pendek JanteArkidam hadir sebagai bagian dari Exhibition Film Bandung Arts Festival #12 yang berlangsung di Gedung Pusat Kebudayaan Bandung pada 20–26 Juli 2026.

 Film Berbasis Riset Penciptaan

Jante Arkidam merupakan film pendek hasil riset penciptaan (research creation) yang mengangkat proses ekranisasi puisi Jante Arkidam karya Ajip Rosidi (versi bahasa Sunda, 1956) ke dalam medium sinema. Film ini tidak memindahkan puisi secara harfiah ke layar, melainkan menghadirkan sebuah reinterpretasi sinematik yang menerjemahkan makna, simbol, dan semangat puisi melalui bahasa visual.

Dalam interpretasi tersebut, tokoh Jante Arkidamdimaknai sebagai manifestasi semangat perlawanan rakyat terhadap kekuasaan kolonial. Adegan penjarahan Pegadaian diposisikan sebagai simbol pengambilalihan kembali kekayaan yang berada dalam kendali pemerintah kolonial Belanda, sedangkan penggunaan hasil rampasan di arena ronggeng dimaknai sebagai metafora pembangkangan terhadap tatanan kolonial. Konflik dengan aparat kepolisian dalam film merepresentasikan perlawanan terhadap antek-antek penjajah yang menjadi instrumen kekuasaan kolonial.

Baca Juga :  Angkat Semangat Industri Kreatif dan Musisi Lokal, Konser HS Slank Guncang Bandung

 Melalui pendekatan tersebut, film ini mengajak penonton membaca kembali karya sastra Sunda dalam perspektif sejarah, identitas budaya, dan ekspresi sinema kontemporer.

 Kolaborasi Akademik dan Komunitas Budaya

Film Jante Arkidam menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas budaya dalam menghasilkan karya seni berbasis penelitian.

Seluruh proses produksi film dikerjakan oleh Dosen dan mahasiswa Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Budaya dan Media, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, mulai dari penyutradaraan, sinematografi, tata artistik, tata suara, hingga manajemen produksi.

Tim produksi dipimpin oleh Apip Rea sebagai penulis skenario sekaligus sutradara, didukung oleh kru mahasiswa ISBI Bandung yang mengisi berbagai posisi kreatif dalam produksi film.

Sementara itu, seluruh unsur pertunjukan budaya dalam film—meliputi para pemeran, penari tradisional, penabuh gamelan, serta pendukung artistik—berasal dari Yayasan Pakalangan, sebuah komunitas seni yang selama ini aktif dalam pelestarian seni dan budaya Sunda. Kehadiran Yayasan Pakalangan memberikan kekuatan artistik sekaligus autentisitas budaya dalam proses penciptaan film.

Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana institusi pendidikan tinggi seni dan komunitas budaya dapat saling memperkuat dalam menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga nilai edukatif, penelitian, dan pelestarian budaya.

Baca Juga :  Kedai 181! Nikmati Bakmi hingga Ayam Tangkap Khas Aceh dengan Cita Rasa Autentik

 Pernyataan Sutradara

Menurut Apip Rea, peneliti sekaligus sutradara film Jante Arkidam, karya ini merupakan upaya menghadirkan kembali sastra Sunda melalui bahasa sinema.

“Film ini bukan sekadar adaptasi puisi ke dalam medium sinema. Jante Arkidam merupakan hasil riset penciptaan yang mempertemukan sastra, sejarah, pendidikan seni, dan komunitas budaya. Melalui kolaborasi mahasiswa ISBI Bandung bersama Yayasan Pakalangan, kami ingin menunjukkan bahwa penelitian artistik dapat melahirkan karya yang hidup di ruang publik sekaligus memperkuat pelestarian budaya Sunda.”

 Seni, Riset, dan Pelestarian Budaya

Keikutsertaan Jante Arkidam dalam Bandung ArtsFestival #12 menunjukkan bahwa penelitian artistik memiliki ruang strategis dalam ekosistem industri kreatif. Film ini membuktikan bahwa karya berbasis riset tidak berhenti sebagai luaran akademik, melainkan dapat hadir sebagai media apresiasi publik, diplomasi budaya, sekaligus sarana pelestarian sastra dan tradisi lokal.

Melalui partisipasinya dalam festival ini, Jante Arkidamdiharapkan mampu memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya sastra Ajip Rosidi, memperkenalkan pendekatan ekranisasi sebagai praktik kreatif dalam sinema Indonesia, serta memperkuat posisi budaya Sunda sebagai sumber inspirasi penciptaan karya audiovisual kontemporer.

 

Tentang Film

Judul : Jante Arkidam

Bentuk Karya : Film Pendek Fiksi (Visual Interpretation ofthe Poem)

Sumber Adaptasi : Puisi Jante Arkidam karya Ajip Rosidi (Bahasa Sunda, 1956)

Penulis Skenario & Sutradara : Apip Rea

Produksi : Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Budaya dan Media, ISBI Bandung bekerja sama dengan Yayasan Pakalangan. Tim inti produksi dan kolaborator tercantum dalam kredit produksi film

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

R.Y. Adam Panji Purnama Tampilkan Seri Fotografi Kontemplatif “H’NANG, H’NING, H’NUNG, dan H’NENG” pada BAF #12

28 Juli 2026 - 17:21 WIB

Film Dokumenter Harmoni di Lembah Grime Karya Dosen ISBI Bandung Meriahkan BAF 2026

28 Juli 2026 - 16:13 WIB

1.404 Praja IPDN Diwisuda, Mendagri: Banyak Kepala Daerah Berebut Lulusan

26 Juli 2026 - 18:21 WIB

Rektor UPI: Karakter Dosen yang Baik Berdampak pada Mahasiswa

22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Rektor UPI: Alumni Harus Berintegritas, Dipercaya, dan Mampu Menyelesaikan Masalah

21 Juli 2026 - 13:11 WIB

Prodi Ilkom FISIP Unpas Gelar Pelatihan Literasi Digital untuk Cegah Cyber Bullying di Madrasah Karya Madani

20 Juli 2026 - 15:23 WIB

Trending di Pendidikan