BANDUNG – Telkom University (Tel-U) terusmenegaskan komitmennya dalam menghadapi era kecerdasanbuatan (Artificial Intelligence/AI). Melalui visi besarsebagai National Excellence Entrepreneurial Universityberbasis SAFE AI pada tahun 2028, Tel-U bertekad memberikankontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
SAFE AI sendiri menjadi jargon khas Tel-U dalammengimplementasikan AI, yang merupakan singkatandari Secure/Sustainable, Accurate, Fast and Fair, and Explainable Artificial Intelligence. Visi ini menekankan bahwalulusan Tel-U dipersiapkan untuk menjadi talenta unggul, agen Human-AI Collaboration yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki empati serta keterampilan dalammembaca (reading), menulis (writing), dan bercerita(storytelling).
Komite AI: Pengawal Kebijakan dan Etika Pemanfaatan AI
Sebagai langkah konkret, Tel-U membentuk Komite AI yang beranggotakan dosen lintas fakultas dari seluruh Telkom University National Campus (TUNC). Komite ini bertugasmengawal kebijakan, strategi, implementasi, hingga etikapemanfaatan AI di lingkungan akademik, termasuk aspek privasidan keamanan sesuai regulasi nasional maupun internasional.
Rapat perdana Komite AI telah digelar pada 30 April 2025, menjadi pijakan awal menuju implementasi nyata SAFE-AI Campus.
Panduan Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran
Komite AI Tel-U juga telah menyusun dan menerbitkan Panduan Penggunaan AI untuk Pembelajaran dan Pengajaran. Dokumen ini menjadi panduan praktis bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk memanfaatkan AI dalam meningkatkan efektivitas proses belajar-mengajar.
“Perlu ditanamkan kepada Bapak Ibu dosen dan mahasiswa bahwa kita harus gandeng AI, tapi AI yang kita kontrol,” ujarProf. Andry Alamsyah, Ketua Komite AI.
Senada dengan itu, Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, menegaskan, AI sangat baik dalam hal akurasi dan kapasitas, sementara manusia lebih unggul dalam kreativitas dan nilaikemanusiaan. Kolaborasi manusia dan AI untuk dapatmenghasilkan manfaat yang lebih luas.
Dengan panduan ini, pemanfaatan AI di kampus diharapkanberjalan secara etis, proporsional, dan bertanggung jawab, sekaligus meneguhkan posisi Tel-U sebagai pelopor dalammembangun ekosistem akademik berbasis Human-AI Collaboration.
Task Force AI: Implementasi Nyata di Kampus
Selain Komite AI, Tel-U juga membentuk Task Force AI sebagai tim operasional yang fokus pada implementasi nyataAI dalam pembelajaran. Tim ini bertugas menyiapkan ekosistempembelajaran berbasis AI yang relevan dengan kebutuhanprogram studi dan industri, sekaligus memastikan keselarasandengan kebijakan Komite AI yang telah dimulai melalui
Rapat perdana Task Force AI pada 14 Agustus 2025.
Melalui kehadiran Komite AI, Task Force AI, serta Panduan Pemanfaatan AI, Tel-U menegaskan kesiapan untukmenyongsong era disrupsi AI dengan langkah strategis, terukur, dan berintegritas.
AI untuk Dampak Sosial Lebih Luas
Visi besar Tel-U bukan hanya memperkuat internal kampus, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat. Rektor Tel-U, Prof. Suyanto, menyampaikan ingin lebih banyak membangun literasi digital untukteman-teman dari Kawasan 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal… sehingga kolaborasi ini akan sangat baik terutamakalau memposisikan diri sebagai kampus berbasis AI.
“Dengan strategi ini, Telkom University berkomitmen mencetaklulusan unggul yang siap bersaing, sekaligus memperkecilkesenjangan digital di Indonesia melalui pendidikan berbasis AI,” pungkasnya dalam siaran persnya.
































