BANDUNG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendorong penguatan budaya penelitian di kalangan pelajar Indonesia melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Malaysia.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah workshop penyusunan proposal penelitian yang melibatkan guru serta siswa jenjang SMP dan SMA.
Kegiatan ini dilaksanakan di Sabah pada 20-21 Juli 2026. Retno Ayu Hardiyanti M.Pd selaku ketua program menuturkan bahwa program ini tidak hanya dilaksanakanselama dua hari.
“Sebelumnya kami sudah melakukan FGD15 Juni lalu. Setelah ini pada bulan Agustus-November siswaakan menjalani proses inkubasi untuk menyusun proposal dan difasilitasi oleh mentor. Jadi kegiatannya ya tidak berhentisampai disini”. ujar Retno dalam siaran persnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat Indonesia di luar negeri yang dirancang untuk memperkuat kapasitas warga sekolah dalam mengembangkan keterampilan penelitian.
Peserta workshop terdiri atas guru bidang sosial humaniora dan sains-teknologi, serta siswa SMP dan SMA di lingkungan SIKK.
Workshop tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan konsep penelitian, tetapi juga memberikan pengalaman praktiskepada peserta dalam menyusun proposal penelitian.
Para peserta diarahkan untuk mengenali persoalan di lingkungan sekitar, merumuskan ide penelitian, menyusun pertanyaan penelitian, menentukan tujuan, serta merancang langkah-langkah penelitian secara sistematis.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan ini menjadi salah satufokus penting. Sejak jenjang SMP dan SMA, siswa diperkenalkan pada penelitian sebagai proses untukmemahami persoalan secara kritis dan mencari solusi berdasarkan data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara bagi guru, kegiatan workshop menjadi ruang untuk memperkuat kemampuan dalam membimbing siswa mengembangkan ide penelitian.
Guru dari bidang sosial humaniora maupun sains dan teknologi dapat mengintegrasikan keterampilan penelitian ke dalam proses pembelajaran dan kegiatan akademik di sekolah.
Tim PkM UPI menyampaikan bahwa kemampuan melakukan penelitian tidak hanya diperlukan oleh mahasiswa atau akademisi. Keterampilan tersebut penting diperkenalkan sejak sekolah agar peserta didik terbiasa mengamati persoalan, mengajukan pertanyaan, mengolah informasi, dan menyusun solusi secara sistematis.
“Penelitian bukan hanya tentang menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga tentang bagaimana siswa belajar melihat persoalandi sekitarnya, mempertanyakan sesuatu secara kritis, dan mencari jawaban berdasarkan bukti,” ujar Retno.
Pelaksanaan workshop juga mempertemukan perspektif guru dan siswa dari berbagai bidang keilmuan. Guru sosialhumaniora dapat mengembangkan penelitian terkaitmasyarakat, budaya, pendidikan, dan berbagai persoalansosial, sementara bidang sains dan teknologi dapatmengembangkan penelitian yang berkaitan dengan fenomenaalam, teknologi, maupun inovasi.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada workshop, tetapi dapat menjadi awal terbentuknya ekosistem penelitiandi lingkungan SIKK.
Guru diharapkan mampu berperansebagai pendamping penelitian, sementara siswa memperolehpengalaman untuk mengembangkan gagasan penelitian secaramandiri maupun kolaboratif.
Ditanya mengenai goals dari program ini Retno menuturkan bahwa proposal-proposal yang berkualitas yang dibuat oleh siswa dapat diikutsertakan ke ajang-ajang lomba atau olimpiade yang berkaitan dengan riset bagi pelajar.
“Ajangnya ada ya, wadahnya juga mulai banyak. Saya yakin ini dapatmenjadi peluang bagi siswa untuk berprestasi, dan gak cumaitu kalau kita ingin mencetak lebih banyak cendekiawan, maka kaderisasinya kan harus dimulai sejak dini. Siswa-siswasekolah menengah ini sudah mulai kita kenalkan tentang riset. Bahwa riset itu gak susah, riset itu adalah pertanyaan yagharus dijawab dengan langkah-langkah yang ilmiah. Sesuaiumurnya kita coba kenalkan tentang riset” tegasnya.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat di luarnegeri ini, UPI turut memperluas kontribusi perguruan tinggidalam mendukung penguatan kapasitas pendidikan bagimasyarakat Indonesia di luar negeri. Pendampingan kepadaguru dan siswa SIKK diharapkan dapat memperkuatketerampilan akademik sekaligus menumbuhkan generasimuda Indonesia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan berbasis bukti.
Ketua tim PkM menjelaskan bahwa untuk memperkuatpemahaman peserta ia dan timnya juga membuat buku saku. “Ini sebagai salah satu upaya keberlanjutan ya, agar tidakmenguap begitu saja setelah workshop, kami juga sudahmembuat Buku Saku Penelitian bagi Siswa SMP dan SMA yang bisa dibaca kapan pun” papar Retno.
Workshop penyusunan proposal penelitian ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun budaya riset sejak dini, sekaligusmemperkuat hubungan akademik antara UPI dan komunitaspendidikan Indonesia di Kota Kinabalu.
































