Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Berita Daerah · 21 Feb 2023 07:13 WIB

Kang Pisman Sistem Pengelolaan Sampah Pemkot Bandung


					Kang Pisman Sistem Pengelolaan Sampah Pemkot Bandung Perbesar

BANDUNG (Pajajaran Ekspres) — Ada yang tahu, tiap orang di Kota Bandung rata-rata memproduksi berapa banyak sampah dalam sehari?

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi, ternyata satu orang di Kota Bandung diperkirakan menyumbang sampah sekitar 0,6 kg per hari.

Jika diakumulasi dengan seluruh penduduk Kota Bandung pada malam hari, maka dalam sehari sebanyak 1.500-an ton sampah diproduksi masyarakat Kota Bandung.

“Tapi di siang hari karena banyak penduduk lain yang juga kerja di Kota Bandung. Belum lagi saat akhir pekan Bandung menjadi tujuan wisata, maka sampah yang dihasilkan bisa mencapai 1.600 ton per hari,” jelas Dudy saat ditemui di kantornya, Senin 20 Februari 2023.

Baca Juga :  Bio Farma Komitmen Jaga Ketahanan Kesehatan Nasional

Untuk menangani jumlah sampah tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) sudah mengolah sekitar 300 ton per hari.

“Sehingga, sampah yang kita kirim ke TPA Sarimukti itu tersisa 1.200-1.300 ton per hari,” katanya.

Berbagai upaya telah dijalankan DLKH untuk mengurai permasalahan sampah di Kota Bandung. Salah satunya dengan mengubah sistem pengelolaannya.

Dudy memaparkan, dulu pengelolaan sampah masih bersifat kumpul, angkut, lalu buang. Sampah yang ada di masing-masing rumah dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS).

Baca Juga :  Tidak Laku, Harga Iphone 14 Anjlok?

Kemudian oleh petugas diangkut ke tempat penampungan akhir (TPA). Dengan sistem ini tidak menyelesaikan masalah, tapi hanya memindahkan masalah saja.

“Ini yang mengakibatkan pada 21 Februari 2005 terjadi insiden di TPA Leuwigajah. Terjadi longsor yang mengakibatkan 157 nyawa meninggal,” paparnya.

“Maka dari itu, kita ubah sistemnya menjadi Kang Pisman (kurangi, pisahkan, dan manfaatkan) ini diberlakukan di sumber sampah yakni rumah tangga. Diharapkan di sumber sampah memisahkan minimal dua yakni sampah organik dan anorganik,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Aksi Simpatik Jasa Raharja Karawang Guna menjngkatkan Kewaspadaan dalam Berkendara dan Menekan Angka Laka Lantas di Karawang

30 September 2026 - 11:57 WIB

Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Jasa Raharja dan Polres Purwakarta Edukasi Para Guru SMK Bina Kerja Melalui Program PPKL

30 September 2026 - 11:50 WIB

Upaya Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) di Polresta Cirebon dan Polres Cirebon Kota

28 September 2026 - 15:24 WIB

Bersama Wujudkan Jalan Berkeselamatan, Jasa Raharja Turut dalam Road Safety Partnership Action Polda Jawa Barat

28 September 2026 - 12:01 WIB

Tingkatkan Keselamatan dan apresiasi, Jasa Raharja Purwakarta Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Pengemudi dan Awak Bus PO Dutra Parahyangan  (Berlio )

28 September 2026 - 11:53 WIB

Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMK Isda Kec Babakan Kab Cirebon

27 September 2026 - 13:43 WIB

Trending di Berita Daerah