Menu

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Beranda · 21 Jun 2024 11:00 WIB

Berbunga Tinggi, Bey Machmudin Tegas Tolak Obligasi Daerah


					Berbunga Tinggi, Bey Machmudin Tegas Tolak Obligasi Daerah Perbesar

BANDUNG – Berbunga tinggi, capai delapan persen, Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin dengan tegas menolak penerbitan obligasi daerah, karena enggan membebani Pemerintah Provinsi Jawa Barat di masa depan.

Bey Machmudin mengatakan, dalam rapat pimpinan (Rapim) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 21 Juni 2024, wacana penerbitan obligasi daerah kembali dikemukakan.

Dimana obligasi daerah atau surat utang diharapkan dapat dilakukan, untuk membangun layanan fasilitas kesehatan dan pendidikan di Jawa Barat.

Hanya saja Bey Machmudin menolak, karena nantinya penerbitan obligasi daerah dapat berdampak dengan APBD Jabar, sebab akan ada beban utang yang memakan alokasi anggaran.

Baca Juga :  Bey Machmudin Minta Wahyu Mijaya Buat Kabupaten Cirebon Contoh Terbaik PPDB

“Saya sampaikan, obligasi daerah selama saya jadi Pj (Gubernur Jabar), enggak usah karena obligasi itu diputuskan hari ini. Tapi panjang (dampaknya), saya enggak enak kayak memberikan beban ke Pemprov. Jadi saya bilang, obligasi jangan di periode saya. Silakan pada gubernur definitif berikutnya,” ujar Bey Machmudin usai Rapim.

Dia melanjutkan, pemanfaatan obligasi daerah harus melalui kalkulasi yang matang pada penggunaannya. Sebab, bila sektor yang dibangun dari obligasi tidak maksimal dalam menghasilkan ekonomi, dimana nantinya digunakan untuk membayar bebannya.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Lakukan Percepatan, Rampungkan Temuan BPK

Maka tentunya bakal menyedot APBD, untuk membayarkan pinjaman dari penerbitan obligasi daerah tersebut.

“Saya bilang, mohon diperhatikan betul jangan sampai membebani Pemprov ke depan dan peruntukannya untuk apa? Jadi  memang betul-betul sangat keekonomiannya betul, jadi kalau untuk kesehatan dan pendidikan, saya sebagai Pj Gubernur enggak mau,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Komitmen Anti Penyuapan: Pos Properti Indonesia Raih Sertifikat SNI ISO 37001:2025

18 September 2026 - 16:12 WIB

Satu ABK Korban Meninggal Dunia KM Virgo Kembali Teridentifikasi, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Keluarga Korban

15 September 2026 - 22:28 WIB

Sinergi JR-BPJS Kesehatan Dan Rumah Sakit Dalam Memberikan Kepastian Jaminan Korban Laka Lantas Di Karawang

15 September 2026 - 22:03 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi, Jasa Raharja Bandung Laksanakan Door to Door dan Sigap Gaspol ke Perusahaan

15 September 2026 - 10:04 WIB

Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Gelar MUKL dan Pengobatan Gratis di Terminal Indihiang dalam Rangka Hari Perhubungan Nasional

15 September 2026 - 10:00 WIB

Jasa Raharja Bersama FLLAJ Purwakarta Perkuat Kolaborasi, Fokus Tekan Fatalitas Kecelakaan Lalu Lintas

15 September 2026 - 09:56 WIB

Trending di Berita Daerah