Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 21 Nov 2024 14:30 WIB

Bey Machmudin Harap Potensi 192 Giga Watt EBT di Jabar Dapat Dimaksimalkan


					Bey Machmudin Harap Potensi 192 Giga Watt EBT di Jabar Dapat Dimaksimalkan Perbesar

BANDUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin mendorong optimalisasi potensi energi baru terbarukan (EBT) di Jawa Barat, yang mencapai 192 giga watt (GW).

Mengingat sejauh ini, EBT di Jabar baru termanfaatkan sekitar 3,67 GW atau 2 persen dari total potensi yang ada. Padahal masih banyak yang belum tergali seperti energi matahari, angin, air, geothermal atau panas bumi dan biomassa.

Melalui Rencana Umum Energi Daerah (RUED), revisi Perda Nomor 2 Tahun 2019. Target ambisius optimalisasi EBT diusung, yakni 39,30 persen pada 2035, 58,07 persen di 2045 dan 70,29 pada 2050.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Bakal Coret Penerima Beasiswa Program JFLS 2024

Dimana ini telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Diperkirakan hingga 2050, dibutuhkan investasi
sebesar 275 miliar USD untuk mendukung penyediaan energi yang sejalan dengan target Net Zero Emission.

“Makanya melalui forum ini (West Java Energy Forum 2024), saya pesan ke Bu Kadis ESDM (Ai Saadiyah Dwidaningsih) supaya kita jangan hanya senang denvan potensinya. Tapi segera follow up,” ujar Bey Machmudin usai membuka Wesr Java Energy Forum 2024 di Hotel Pullman, Kota Bandung, Kamis 21 November 2024.

Baca Juga :  Bey Machmudin Sambut Baik TPST Santiong Kota Cimahi

Dia meminta, investor yang berminat harus dikawal dan dibantu, supaya potensi yang ada bisa dibangun di Jawa Barat, mendukung optimalisasi energi bersih.

“Insentifnya yang jelas, apa saja yang bisa diberikan kepada mereka, supaya investor tertarik dan titik-titik mana saja, misalnya untuk geothermal, dimana saja. Kemudian angin, air dan sebagainya,” ucapnya.

Harapannya, Jawa Barat dapat menjadi provinsi pertama di Indonesia dalam transisi energi dari awalnya bersumber fossil ke energi hijau.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Sampaikan Nota Pembelaan, Mantan Kepala Unit BRI Surapati Yakin Tak Bersalah

6 Juni 2026 - 16:41 WIB

Jasa Raharja Tasikmalaya Bahas Strategi Kolaboratif Bersama Tim Pembina Samsat dan Pertamina Patra Niaga

6 Juni 2026 - 09:26 WIB

Dorong tertib Administrasi dan Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja Cabang Cirebon Bersama Tim Pembina Samsat Kuningan Melaksanakan Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor Di Kab Kuningan

5 Juni 2026 - 16:36 WIB

Jasa Raharja Purwakarta Perkuat Sinergi FLLAJ untuk Tekan Fatalitas Kecelakaan Lalu Lintas

5 Juni 2026 - 16:33 WIB

Tingkatkan Kepatuhan Pajak dan Validitas Data, Tim Samsat Induk Indramayu Gelar Koordinasi Tindak Lanjut Rekomendasi Pembina Samsat Nasional

5 Juni 2026 - 16:31 WIB

Jasa Raharja Sukabumi Dorong Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Melalui Program Sigap Dan Panah Pasopati

5 Juni 2026 - 16:28 WIB

Trending di Berita Daerah