Dengan keterlibatan pemerintah, pengurangan limbah elektronik dinilainya dapat dimassifkan.
“Contoh yang sederhana tuh seperti kayak di sekolah-sekolah atau universitas-universitas itu bisa diberdayakan tuh bikin dropbox di situ,” ucapnya.
Berdasarkan data terbaru di 2023 lalu, ada 2,3 juta ton sampah elektronik di Indonesia. Dimana per kapita sekitar 7,5-8 kilogram peer tahun.
“Dan itu akan meningkat terus, karena sekarang perangkat elektronik itu semakin canggih, semakin banyak. Apapun yang kita gunakan itu semua nanti bentar lagi serba elektronik,” ujarnya.
Dampaknya, jumlah sampah elektronik akan terus bertambah. Sebab itu dia harapkan, ada usaha bersama semua pihak guna mengurangi limbah elektronik yang sejatinya berbahaya.

























