Di Sumatera Utara, kegiatan yang berlangsung di Medan pada 15 April 2026 diikuti 50 peserta. Materi yang diberikan mencakup perencanaan keuangan, pengelolaan keuangan masa depan, pemahaman tentang UMKM, serta peran pajak kendaraan bermotor dan SWDKLLJ. Kegiatan tersebut turut melibatkan Dinas Koperasi UKM Kota Medan dan pelaku UMKM.
Sementara itu, kegiatan di Jawa Timur dilaksanakan di Surabaya pada 22 Mei 2026 dengan melibatkan 55 peserta, dan berkolaborasi dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dan lembaga pelatihan terkait. Adapun di Jawa Tengah, kegiatan diselenggarakan di Kota Pekalongan pada 18 Juni 2026 diikuti 74 peserta.
Awaluddin menambahkan, pendekatan yang menggabungkan literasi keuangan dan pengenalan peluang usaha diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih relevan bagi peserta. Dengan memahami cara menyusun prioritas pengeluaran, merencanakan kebutuhan jangka panjang, serta mengenali akses pembiayaan yang sesuai, para ahli waris diharapkan dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.
“Setiap keluarga memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, edukasi yang kami berikan perlu dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran rumah tangga hingga mengenali peluang usaha yang dapat dikembangkan. Kami berharap pengetahuan ini dapat menjadi modal bagi para peserta untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga secara bertahap,” tambahnya.
Evaluasi program dilakukan melalui pengukuran pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Berdasarkan laporan pelaksanaan, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta di ketiga wilayah, meskipun besaran peningkatannya berbeda pada setiap kegiatan. Evaluasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi Jasa Raharja untuk menilai efektivitas materi dan menyempurnakan pelaksanaan program berikutnya.



























