Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Pendidikan · 28 Jul 2026 17:21 WIB

R.Y. Adam Panji Purnama Tampilkan Seri Fotografi Kontemplatif “H’NANG, H’NING, H’NUNG, dan H’NENG” pada BAF #12


					R.Y. Adam Panji Purnama Tampilkan Seri Fotografi Kontemplatif “H’NANG, H’NING, H’NUNG, dan H’NENG” pada BAF #12 Perbesar

BANDUNG – Empat karya fotografi kontemplatif karya R.Y. Adam Panji Purnama tampil dalam ajang Bandung Art Festival (BAF) #12.
Acara berlangsung pada 20 hingga 26 Juli 2026 di Gedung Pusat Kebudayaan Kota Bandung.

Festival seni rupa dan budaya berskala internasional ini menghadirkan seniman, komunitas, akademisi, dan pelaku industri kreatif dari berbagai daerah dan negara sebagai ruang apresiasi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan artistik.

Pada pameran tersebut, Adam Panji menampilkan empat karya fotografi berjudul H’NANG, H’NING, H’NUNG, dan H’NENG.

Baca Juga :  Film Dokumenter Harmoni di Lembah Grime Karya Dosen ISBI Bandung Meriahkan BAF 2026

Keempat karya dicetak pada media kanvas berukuran besar dan disusun sebagai satu kesatuan seri yang mengeksplorasi pengalaman keheningan, kesadaran tubuh, relasi manusia dengan ruang, serta perjumpaan batin dengan alam melalui pendekatan fotografi kontemplatif.

Seri fotografi ini lahir dari proses penciptaan yang tidak berangkat dari pencarian objek semata, melainkan dari pengalaman hadir secara utuh sebelum kamera diangkat. Keheningan dipahami sebagai kondisi kesadaran ketika tubuh, pikiran, rasa, ruang, dan waktu berada dalam satu pengalaman yang utuh.

Baca Juga :  Film Dokumenter Harmoni di Lembah Grime Karya Dosen ISBI Bandung Meriahkan BAF 2026

Pengalaman tersebut kemudian diartikulasikan menjadi bahasa visual melalui komposisi minimalis, ruang kosong, cahaya alami, serta dominasi nuansa monokrom.

Empat judul karya menggunakan variasi bunyi vokal, yaitu H’NANG, H’NING, H’NUNG, dan H’NENG. Variasi tersebut merupakan metafora atas beragam lapisan pengalaman batin dalam praktik kontemplasi. Setiap karya merepresentasikan nuansa kesadaran yang berbeda, mulai dari kehadiran, pengendapan rasa, keterhubungan dengan alam, hingga pengalaman hening yang melampaui representasi visual.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Film Dokumenter Harmoni di Lembah Grime Karya Dosen ISBI Bandung Meriahkan BAF 2026

28 Juli 2026 - 16:13 WIB

1.404 Praja IPDN Diwisuda, Mendagri: Banyak Kepala Daerah Berebut Lulusan

26 Juli 2026 - 18:21 WIB

Rektor UPI: Karakter Dosen yang Baik Berdampak pada Mahasiswa

22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Rektor UPI: Alumni Harus Berintegritas, Dipercaya, dan Mampu Menyelesaikan Masalah

21 Juli 2026 - 13:11 WIB

Prodi Ilkom FISIP Unpas Gelar Pelatihan Literasi Digital untuk Cegah Cyber Bullying di Madrasah Karya Madani

20 Juli 2026 - 15:23 WIB

RS Maranatha Perkuat Peran sebagai Rumah Sakit Pendidikan melalui PPDS Obstetri dan Ginekologi

18 Juli 2026 - 17:15 WIB

Trending di Berita Daerah