Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 17 Agu 2024 16:15 WIB

Elektabilitas Meningkat, IPRC Nilai Ono Surono Berpeluang Menangkan Pilkada Jabar


					Elektabilitas Meningkat, IPRC Nilai Ono Surono Berpeluang Menangkan Pilkada Jabar Perbesar

BANDUNG – Elektabilitas Bakal Calon Gubernur (Bacagub) dari PDIP Jawa Barat Ono Surono mengalami peningkatan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Hal tersebut berdasarkan rilis temuan survei Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) dengan tema Peta Dukungan Kalangan Muda (Gen Y dan Gen X) Jawa Barat Jelang Pilgub 2024 di Anatomi Caffe, Kota Bandung, Jumat (16/8/2024).

Dalam rilis survei tersebut, elektabiltas Ridwan Kamil masih tertinggi sebanyak 37,6 persen disusul Dedi Mulyadi 34,7 persen kemudian Bima Arya 6,5 persen dan Ono Surono 6,3 persen.

Baca Juga :  Silaturahmi ke Golkar, PDI Perjuangan Jabar Buka Peluang Koalisi Hadapi Pilkada 2024

Peneliti IPRC Fahmy Iss Wahyudy mengatakan bahwa nama Ridwan Kamil masih ada dalam nama calon di Pilgub Jabar, karena saat dilakukan survei belum ada pengusungan maju di Pilkada Jakarta.

Meski begitu, potret elektabilitas terbaru menunjukkan bahwa beberapa nama mengalami progres yang bagus.

“Ada beberapa nama dalam survei ini punya progres bagus, termasuk pak Ono dalam survei terakhir kami itu 1 sampai 2 persen, sekarang sampai 6 persen,” kata Fahmy kepada wartawan.

Dia menjelaskan, elektabilitas Ridwan Kamil masih terpantau tinggi. Tetapi pihaknya punya catatan mengingat sekarang basis utamanya adalah kaum muda belum mencapai 30 persen.

Baca Juga :  Kemiskinan Di Jabar Masih Jadi Persoalan Serius, Ini Kata Kang Haru

“Angka partisipasi politik yang belum terlalu tinggi. Politik gen Z dan gen Y yang sebagian besar masih ada dalam kluster ekonomi,” jelasnya.

Dengan bergesernya Ridwan Kamil ke Jakarta dan Bima Arya yang menyatakan mundur setelah partainya mengusung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar, ada sebanyak 40 persen suara yang bisa diperebutkan calon yang tersisa.

“Jika diakumulasikan (suara RK dan Bima Arya) sekitar 40 persen. Saya kira itu batleground yang menarik bagi kandidat yang tersisa untuk memperebutkan 40 persen suara,” bebernya.

Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Operasi Gabungan Tim Pembina Samsat Garut Dalam Rangka Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

9 Juni 2026 - 18:45 WIB

Operasi Gabungan Tim Pembina Samsat Garut Dalam Rangka Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

9 Juni 2026 - 18:45 WIB

Jasa Raharja dan Samsat Kab. Bekasi Gandeng Koperasi luncurkan Samkopi dan Samkopdes

9 Juni 2026 - 18:29 WIB

Jasa Raharja Dan Bpjs Ketenagakerjaan Karawang Perkuat Sinergi Percepatan Jaminan Pelayanan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

9 Juni 2026 - 15:41 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat dan DPD Organda Jawa Barat Bahas Peningkatan Pelayanan Keterjaminan Penumpang Umum

9 Juni 2026 - 07:51 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat dan Dishub Bandung Barat Laksanakan Uji Petik Angkutan Umum di Terminal Lembang

9 Juni 2026 - 07:48 WIB

Trending di Berita Daerah