
Berdasarkan data yang diperoleh BPBD Kabupaten Agam, korban meninggal di Kabupaten Agam perhari ini mencapai angka 171 orang meninggal dunia, 85 orang hilang dan 6.300 orang mengungsi. Menurut Halilul, bantuan didistribusikan di Posko Tanggap bencana di Kecamatan Malaka, Nagari Palupuh Kecamatan Palupuh, Nagari Palembayan Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Matur di Kabupaten Agam.
“Dari ke empat Kecamatan tersebut hanya Kecamatan Palupuh yang aksesnya sudah bisa dilalui oleh kendaraan, bantuan diberikan langsung di Posko Tanggap Bencana yang ada di kantor Walk Nagari Pasia Laweh dan Kantor Camat Palupuh,” ujarnya.
Total 307 karung beras, 33 dus minyak goreng, 54 dus susu bayi, serta makanan siap saji, air mineral, diapers, obat-obatan dan perlengkapan untuk dapur umum dibagikan di keempat kecamatan terdampak bencana tersebut.
Selain itu, tim IPDN juga bergerak ke Provinsi Aceh, yang kemudian bantuan dipusatkan oleh Posko Bencana di Kabupaten Pidie sebagai daerah bencana terparah. Berdasarkan pantauan tim IPDN, bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Pidie meninggalkan dampak kerusakan yang sangat luar biasa dengan total pengungsi 67.943 jiwa.
Rektor IPDN menjelaskan, pihak IPDN yang menyalurkan bantuan ke Sumatera Utara, mendatangi Posko Komando penanganan darurat bencana hidrometereologi Kabupaten Tapanuli Utara yang bertempat di Gedung Nasional Tarutung.
“Akses disini masih sulit dilalui kendaraan biasa, banyak titik yang masih terendam banjir, belum lagi curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyulitkan kami untuk mencapai posko-posko lainnya,” kata Halilul.
Selain Tapanuli Utara, IPDN juga memberikan bantuan ke Kabupaten Langkat.


























