Menu

Mode Gelap
Nahdliyin Muda Usulkan Ridwan Kamil-Ono Surono di Pilgub Jabar 2024 Sekda Herman Suryatman: Operasi Pasar Bersubsidi Tuntas H-4 Lebaran Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan, Perhatikan Aturan Bagasi Penumpang Whoosh Sehari Dilantik, Sekda Herman Suryatman Langsung Rapat secara Maraton Bey Machmudin Harap Kontribusi Bank BJB Semakin Besar dalam Pembangunan Jabar

Life Style · 2 Apr 2023 04:26 WIB

Ragam Pengertian Harum Mulut Orang Puasa dalam Hadits


					Foto: Ilustrasi Bau Nafas Perbesar

Foto: Ilustrasi Bau Nafas

(Edisi Ramadhan) — Rasulullah saw bersabda bahwa aroma harum mulut orang yang berpuasa melebihi harum minyak misik. Tetapi apa maksud aroma harum mulut orang puasa sebagaimana dikatakan dalam hadits tersebut?   Sebelum masuk ke dalam penjelasan para ulama, ada baiknya kami kutip hadits tersebut di awal.

والذي نَفْسي بيده لَخلوفُ فَمِ الصائِمِ أطيبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ المِسْكِ

Artinya, “Demi Allah, yang diriku dalam genggaman-Nya, sungguh aroma mulut orang puasa lebih harum di sisi Allah dari harum minyak misik,” (HR Malik, Ahmad, Bukhari, At-Thabarani).

Baca Juga :  273.542 Anak di Kota Bandung Sudah Memiliki KIA

Syekh Muhammad Nawawi Banten menghimpun ragam pandangan ulama perihal harum mulut orang puasa di sisi Allah dalam Kitab Tanqihul Qaulil Hatsits yang mensyarahi sejumlah kumpulan hadits karya Imam As-Suyuthi.

رِيْحُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ المِسْكِ عِنْدَكُمْ

Artinya, “Aroma mulut orang puasa lebih harum di sisi Allah dari harum minyak misik bagi kalian,” (Muhammad Nawawi Banten, Tanqihul Qaulil Hatsits, [Indonesia, Syirkah Maktabah: tanpa tahun], halaman 24). Syekh Nawawi Banten mengatakan, sebagian ulama berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah bahwa Allah membalas orang yang berpuasa di akhirat sehingga bau mulut orang puasa lebih harum dari minyak misik kelak. Syekh Nawawi juga mengutip pandangan sebagian ulama yang mengatakan, orang yang berpuasa akan menerima pahala yang lebih utama dibanding minyak misik sebagai parfum istimewa.

Baca Juga :  Exco PSSI: Situasi Berat Indonesia Kemungkinan Dikucilkan Dalam Dunia Sepak Bola

Syekh Nawawi mengatakan, Imam An-Nawawi mengambil pendapat ulama yang rajih bahwa makna hadits ini berbunyi, bau mulut orang yang berpuasa lebih banyak mendatangkan pahala daripada pahala pemakaian minyak misik yang disunnahkan di keramaian dan sebuah majelis zikir. “Thayyib” atau wangi dalam hadits diartikan sebagai penerimaan (qabul) dan ridha Allah.

Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Samsat Padalarang Melakukan Kunjungan Crm Ke Pt Anggrek Lancar Jaya

20 Juni 2024 - 18:37 WIB

Perkuat Sinergi dan Koordinasi, Kepala Perwakilan Jasa Raharja Purwakarta Silaturahmi dengan LLASDP Jangari Cirata

20 Juni 2024 - 18:32 WIB

Lakukan Giat Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di “Bulan Sadar Pajak” Jasa Raharja Samsat Kabupaten Bandung II Dongrak Potensi Pendapatan

20 Juni 2024 - 18:28 WIB

Jasa Raharja Samsat Kota Cimahi Hadiri Rapat Analisa dan Evaluasi Kegiatan Operasi Khusus Guna Persiapkan Operasi Gabungan II Samsat Kota Cimahi

20 Juni 2024 - 18:22 WIB

Kuliah Umum IPDN-Kemendagri Hadirkan Bupati Kaimana, Rektor: Pembekalan Meningkatkan Kapasitas Dan Wawasan

20 Juni 2024 - 17:39 WIB

Komunitas Pasukan Pendukung 02 Merapat PKS Tuk Deklarasikan Kang Haru Jabar-1

20 Juni 2024 - 13:14 WIB

Trending di Berita Daerah