Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa kontribusi Jasa Raharja dalam Tim Pembina Samsat tidak terlepas dari tugas Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan pembayaran SWDKLLJ juga memiliki keterkaitan dengan keberlanjutan pelaksanaan fungsi perlindungan tersebut.
Sementara itu, pembahasan bersama jajaran P3D Wilayah Kabupaten Garut turut menyoroti pentingnya penguatan langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi penerimaan PKB. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan data kendaraan bermotor, penelusuran kendaraan yang belum melakukan daftar ulang, peningkatan sosialisasi, serta penguatan pelayanan Samsat yang mudah dan dapat dijangkau oleh masyarakat.
Jasa Raharja juga terus mendorong pendekatan yang humanis dan persuasif dalam pelaksanaan berbagai kegiatan Tim Pembina Samsat. Edukasi kepada masyarakat tidak hanya diarahkan pada kewajiban membayar pajak kendaraan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai manfaat pembayaran PKB dan SWDKLLJ bagi masyarakat serta pembangunan daerah.
Kunjungan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. MQ Iswara, menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara unsur legislatif, pemerintah daerah, dan Tim Pembina Samsat. Melalui koordinasi tersebut, berbagai masukan dan kondisi di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan langkah-langkah yang lebih efektif untuk mendukung optimalisasi pendapatan daerah di Kabupaten Garut.
Kolaborasi antara P3D, Kepolisian, Jasa Raharja, dan seluruh unsur Tim Pembina Samsat diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui program yang terukur dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang semakin kuat, optimalisasi PKB dan SWDKLLJ diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.




























