Adapun bagi Jasa Raharja, integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan akurasi data, memperkuat efektivitas proses verifikasi dan rekonsiliasi, serta mendukung pemantauan pelayanan dan pengelolaan biaya perawatan secara lebih optimal, dengan tetap mengedepankan ketepatan penjaminan dan kualitas pelayanan kepada korban kecelakaan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Medika Loka Manajemen, Yulisar Khiat, menyatakan komitmen RS Hermina untuk terus memberikan layanan terbaik bagi korban kecelakaan. Menurutnya, optimalisasi golden period pada 60 menit awal menjadi salah satu perhatian penting dalam penanganan korban, sehingga diperlukan kesiapan layanan dan koordinasi yang baik antara rumah sakit dan para pemangku kepentingan.
Sebagai tindak lanjut penandatanganan MoU dan NDA, Jasa Raharja dan RS Hermina akan melanjutkan koordinasi teknis, penyelarasan proses bisnis, pemetaan kebutuhan data, serta pengujian integrasi. Berdasarkan rencana yang disusun, pelaksanaan soft launching integrasi secara terbatas ditargetkan pada Desember 2026 di rumah sakit yang menjadi lokasi pilot, dengan mempertimbangkan kesiapan sistem, proses bisnis, keamanan informasi, serta hasil pengujian bersama.
Penambahan kata mulai untuk memperjelas bahwa Januari 2027 merupakan rencana awal perluasan implementasi, bukan target penyelesaian integrasi seluruh jaringan RS Hermina Group. Seluruh tahapan tersebut akan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keamanan informasi, perlindungan data, serta hasil pengujian dan evaluasi bersama.
Melalui Proyek Nexus, Jasa Raharja terus mendorong pemanfaatan teknologi dan penguatan kolaborasi dengan mitra pelayanan kesehatan untuk mewujudkan layanan penjaminan biaya perawatan yang semakin terintegrasi. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan berorientasi pada kebutuhan korban kecelakaan beserta keluarganya.




























